Parenting
Rahman Abdullah

Berapa Lama Anak Boleh Main Gadget? Ini Batas Screen Time Sesuai Usia

Berapa Lama Anak Boleh Main Gadget? Ini Batas Screen Time Sesuai Usia

11 Agustus 2026 | 19:08

Keboncinta.com-- Gawai telah menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari, termasuk bagi anak-anak. Telepon pintar, tablet, komputer, televisi, hingga permainan digital kini tidak hanya berfungsi sebagai hiburan, tetapi juga menjadi sarana belajar dan mencari informasi.

Di satu sisi, teknologi memberikan banyak manfaat. Namun di sisi lain, penggunaan gawai yang berlebihan dapat menimbulkan berbagai persoalan yang memengaruhi tumbuh kembang anak.

Anak yang terlalu sering berinteraksi dengan layar berisiko mengalami gangguan pola tidur, kesulitan berkonsentrasi, berkurangnya aktivitas fisik, hingga perubahan perilaku sosial. Karena itu, orang tua perlu memahami bahwa membatasi penggunaan gawai bukan berarti melarang teknologi, melainkan membantu anak memanfaatkannya secara seimbang.

Lalu, apa saja dampak kecanduan gawai pada anak dan berapa batas screen time yang dianjurkan?

Baca Juga: Anak Susah Diajak Membaca? Coba 10 Strategi Sederhana Ini di Rumah

Kecanduan Gawai Dapat Mengganggu Tumbuh Kembang Anak

Ketergantungan terhadap gawai tidak hanya berkaitan dengan lamanya anak memegang perangkat, tetapi juga aktivitas penting yang tergantikan karena terlalu banyak waktu dihabiskan di depan layar.

Anak yang terlalu sering menggunakan gawai bisa menjadi gelisah ketika perangkat tidak berada di tangannya. Mereka juga dapat kehilangan minat untuk bermain bersama teman, membaca buku, berolahraga, atau melakukan kegiatan bersama keluarga.

Jika kondisi tersebut berlangsung terus-menerus, keseimbangan antara kehidupan digital dan aktivitas sehari-hari akan terganggu.

1. Mengganggu Pola Tidur

Salah satu kebiasaan yang perlu diwaspadai adalah penggunaan gawai menjelang waktu tidur.

Paparan layar dalam waktu lama dapat membuat anak sulit menghentikan aktivitasnya sehingga tidur lebih larut. Akibatnya, kualitas dan durasi tidur menjadi berkurang.

Padahal, tidur yang cukup memiliki peran penting dalam mendukung pertumbuhan fisik, perkembangan otak, dan aktivitas belajar anak.

Orang tua sebaiknya membiasakan anak menghentikan penggunaan gawai beberapa waktu sebelum tidur dan menggantinya dengan aktivitas yang lebih menenangkan, seperti membaca buku atau mendengarkan cerita.

Baca Juga: Materi Edukasi LGBTQ Disiapkan Kemenag, Psikolog dan Akademisi Akan Dilibatkan

2. Menurunkan Konsentrasi Belajar

Anak yang terbiasa mendapatkan hiburan instan dari video atau permainan digital dapat mengalami kesulitan mempertahankan fokus ketika belajar.

Aktivitas belajar yang membutuhkan perhatian lebih lama sering kali terasa membosankan dibandingkan konten digital yang cepat dan menarik.

Akibatnya, anak lebih mudah terdistraksi dan sulit berkonsentrasi saat mengikuti pelajaran.

Karena itu, keseimbangan antara waktu belajar, bermain, beristirahat, dan menggunakan teknologi perlu dijaga dengan baik.

3. Mengurangi Aktivitas Fisik

Terlalu lama duduk di depan layar dapat mengurangi waktu anak untuk bergerak.

Padahal, anak membutuhkan aktivitas fisik seperti bermain, berlari, bersepeda, atau berolahraga untuk mendukung pertumbuhan tubuh dan kesehatan secara keseluruhan.

Penggunaan gawai sebaiknya diselingi dengan aktivitas fisik agar keseharian anak tetap aktif dan seimbang.

4. Memengaruhi Interaksi Sosial

Kecanduan gawai juga dapat membuat anak lebih sering menghabiskan waktu sendirian.

Jika penggunaan perangkat menggantikan interaksi dengan keluarga dan teman, kesempatan anak untuk belajar berkomunikasi secara langsung akan berkurang.

Padahal, interaksi sosial sangat penting untuk membantu anak belajar bekerja sama, berbagi, memahami perasaan orang lain, dan menyelesaikan masalah.

Karena itu, orang tua perlu menyediakan waktu khusus untuk aktivitas keluarga tanpa gawai.

Baca Juga: Sekolah Wajib Bersiap, Finalisasi Rombel Agustus 2026 Jadi Penentu Pemetaan Kebutuhan Guru Baru

5. Kesehatan Mata Perlu Dijaga

Menatap layar terlalu lama membuat mata bekerja lebih keras.

Anak dapat mengalami mata lelah, tidak nyaman, atau keluhan lain akibat penggunaan gawai yang berlebihan.

Selain membatasi durasi penggunaan, orang tua juga perlu memperhatikan pencahayaan ruangan, jarak pandang, dan memberikan waktu istirahat bagi mata secara berkala.

Apa Itu Screen Time?

Screen time adalah waktu yang digunakan seseorang untuk beraktivitas menggunakan perangkat dengan layar, seperti telepon pintar, komputer, televisi, atau video game.

Pengaturan screen time membantu anak menggunakan teknologi secara lebih teratur dan seimbang.

Orang tua juga perlu memberikan contoh penggunaan gawai yang bijak karena anak cenderung meniru kebiasaan orang dewasa di sekitarnya.

Berapa Batas Screen Time Anak?

Berdasarkan rekomendasi yang banyak digunakan dalam materi edukasi kesehatan, batas screen time dapat disesuaikan dengan usia anak:

  • Anak usia 2–5 tahun: sekitar 1 jam per hari.

  • Anak usia 6–12 tahun: sekitar 1,5 jam per hari.

  • Anak usia 12–18 tahun: sekitar 2 jam per hari.

  • Bayi dan anak di bawah 12 bulan: tidak direkomendasikan menggunakan gawai.

Batas tersebut perlu disesuaikan dengan kebutuhan anak secara keseluruhan, termasuk waktu tidur, belajar, bermain aktif, dan interaksi sosial.

Baca Juga: Pemerintah Siapkan Dana Hampir Rp19 Triliun untuk Bantu Daerah Penuhi Gaji PPPK

Jika Anak Sudah Terlanjur Kecanduan Gawai

Apabila anak sudah terbiasa menggunakan gawai dalam waktu lama, orang tua tidak perlu langsung melarang secara drastis.

Pengurangan screen time dapat dilakukan secara bertahap sambil memperkenalkan kegiatan lain yang menarik.

Anak dapat diajak membaca buku, bermain di luar rumah, menggambar, berolahraga, berkebun, atau melakukan aktivitas bersama keluarga.

Dengan cara tersebut, anak akan memahami bahwa masih banyak kegiatan menyenangkan selain bermain gawai.

Orang Tua Perlu Membuat Aturan yang Konsisten

Aturan penggunaan gawai akan lebih efektif jika diterapkan secara konsisten.

Misalnya, tidak menggunakan gawai saat makan, belajar, berkumpul bersama keluarga, atau menjelang tidur.

Yang tidak kalah penting, orang tua juga perlu memberikan teladan dalam penggunaan teknologi.

Anak akan lebih mudah mengikuti aturan jika melihat orang tua menggunakan gawai secara bijak.

Baca Juga: Pemerintah Siapkan Dana Hampir Rp19 Triliun untuk Bantu Daerah Penuhi Gaji PPPK

Teknologi Boleh, tetapi Harus Seimbang

Gawai sebenarnya bukan sesuatu yang harus dijauhi sepenuhnya. Teknologi dapat dimanfaatkan untuk belajar, mencari informasi, maupun menikmati hiburan yang sesuai usia.

Persoalan muncul ketika penggunaan gawai mulai mengganggu kebutuhan dasar anak, seperti tidur, belajar, bergerak, dan berinteraksi dengan lingkungan sekitar.

Karena itu, tujuan utama membatasi screen time bukan melarang teknologi, melainkan mengajarkan anak agar mampu menggunakan teknologi secara sehat dan bertanggung jawab.

Kecanduan gawai pada anak perlu menjadi perhatian karena dapat memengaruhi pola tidur, konsentrasi belajar, aktivitas fisik, kesehatan mata, dan interaksi sosial.

Pencegahan dapat dilakukan melalui pembatasan screen time, menyediakan aktivitas alternatif, membuat aturan yang konsisten, serta memberikan teladan penggunaan gawai yang baik.

Dengan pendampingan yang tepat, teknologi tetap dapat memberikan manfaat tanpa mengganggu proses tumbuh kembang anak.***

Tags:
Gadget Bijak Parenting Mendidik Anak

Komentar Pengguna