Berita
Hilmi An Naufal

BKN Asesmen 10 Kandidat Jabatan Strategis dari Tiga Instansi Pemerintah

BKN Asesmen 10 Kandidat Jabatan Strategis dari Tiga Instansi Pemerintah

02 September 2026 | 05:56

JAKARTA, KEBONCINTA.COM — Badan Kepegawaian Negara melakukan asesmen terhadap sepuluh kandidat yang mengikuti seleksi Jabatan Pimpinan Tinggi Madya dan Jabatan Fungsional Utama dari tiga instansi pemerintah.

Penilaian potensi dan kompetensi berlangsung di Kantor Pusat BKN, Jakarta. Asesmen menjadi salah satu tahapan untuk memperoleh gambaran mengenai kapasitas kandidat sebelum mengisi jabatan strategis.

Peserta terdiri atas tiga kandidat Jabatan Pimpinan Tinggi Madya di lingkungan Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan serta enam kandidat dari Pemerintah Provinsi Sulawesi Tenggara.

Satu peserta lainnya mengikuti seleksi Jabatan Fungsional Utama di Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan. Dengan demikian, keseluruhan proses asesmen pada tahap ini diikuti sepuluh orang.

Wakil Kepala BKN Suharmen menekankan bahwa pengisian jabatan strategis tidak cukup hanya mempertimbangkan kelengkapan administrasi dan pengalaman kerja. Kesesuaian kompetensi, potensi serta karakter individu dengan kebutuhan jabatan juga perlu dinilai.

Asesmen digunakan untuk membantu menentukan kandidat yang paling sesuai dengan tanggung jawab posisi. Jabatan pimpinan tinggi membutuhkan kemampuan mengambil keputusan, memimpin organisasi, mengelola perubahan dan memastikan kebijakan menghasilkan pelayanan yang bermanfaat bagi masyarakat.

Sementara jabatan fungsional utama membutuhkan penguasaan keahlian pada tingkat tertinggi serta kemampuan memberikan kontribusi profesional terhadap organisasi. Posisi tersebut bukan sekadar penghargaan atas masa kerja, tetapi membawa tanggung jawab untuk menghasilkan kinerja dan menjadi rujukan dalam bidang keahlian.

BKN menyebut transformasi birokrasi memerlukan ASN yang profesional, adaptif dan berintegritas. Karena itu, asesmen perlu memberikan gambaran yang objektif serta menyeluruh mengenai kemampuan setiap kandidat.

Para peserta diminta mengikuti seluruh simulasi dan rangkaian penilaian secara jujur. Sikap tersebut penting karena hasil asesmen akan digunakan sebagai salah satu bahan pertimbangan dalam proses seleksi.

Meskipun telah mengikuti asesmen, para kandidat belum otomatis dinyatakan lolos atau diangkat dalam jabatan. Penilaian kompetensi merupakan satu bagian dari keseluruhan tahapan yang harus dijalani sesuai mekanisme masing-masing instansi.

Transparansi hasil serta konsistensi penggunaan sistem merit menjadi faktor penting dalam menjaga kepercayaan publik. Kandidat terpilih seharusnya merupakan sosok yang paling sesuai dengan kebutuhan organisasi, bukan hanya memiliki kedekatan atau senioritas.

Apabila dilaksanakan secara objektif, asesmen dapat membantu pemerintah menempatkan orang yang tepat pada jabatan yang tepat. Dampak akhirnya diharapkan terlihat pada peningkatan kinerja organisasi dan kualitas pelayanan publik.

Tags:
Berita guru

Komentar Pengguna