KEBONCINTA.COM – Hasil seleksi administrasi penerimaan sekolah kedinasan 2026 dijadwalkan diumumkan pada 2–3 September 2026. Para peserta diminta memantau hasil melalui akun masing-masing pada portal Sistem Seleksi Calon Aparatur Sipil Negara atau SSCASN.
Seleksi sekolah kedinasan tahun ini menyediakan 4.770 formasi calon pegawai negeri sipil. Jumlah tersebut meningkat dibandingkan formasi 2025 yang tercatat sebanyak 3.257.
Formasi paling banyak tersedia di Institut Pemerintahan Dalam Negeri di bawah Kementerian Dalam Negeri, yakni 1.410 formasi. Politeknik Keuangan Negara STAN menyediakan 1.000 formasi, sedangkan 22 sekolah kedinasan di bawah Kementerian Perhubungan mendapatkan alokasi 891 formasi.
Politeknik Statistika STIS menyediakan 564 formasi. Sementara itu, Politeknik Imigrasi dan Pemasyarakatan mendapatkan 375 formasi serta Politeknik Pengayoman Indonesia menyediakan 250 formasi.
Sekolah Tinggi Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika membuka 130 formasi, Sekolah Tinggi Intelijen Negara menyediakan 100 formasi, sedangkan Politeknik Siber dan Sandi Negara mendapatkan 50 formasi.
Pendaftaran telah dilaksanakan pada 18–30 Agustus 2026. Proses seleksi administrasi berlangsung hingga 1 September sebelum hasilnya dijadwalkan diumumkan selama dua hari.
Peserta yang dinyatakan tidak memenuhi syarat administrasi dapat menggunakan masa sanggah pada 4–5 September 2026. Instansi akan memberikan jawaban sanggah pada 4–6 September, sedangkan hasil pascasanggah dijadwalkan diumumkan pada 7–8 September 2026.
Masa sanggah bukan kesempatan untuk memperbaiki atau mengganti dokumen yang sebelumnya tidak lengkap. Sanggahan digunakan apabila peserta menilai terdapat kekeliruan dalam proses pemeriksaan dokumen yang telah diunggah pada masa pendaftaran.
Setelah melewati seleksi administrasi, peserta akan mengikuti proses penerbitan kode pembayaran dan pembayaran penerimaan negara bukan pajak untuk Seleksi Kompetensi Dasar.
Pelaksanaan SKD menggunakan Computer Assisted Test BKN dijadwalkan berlangsung pada 22 September hingga 7 Oktober 2026. Materi yang diujikan terdiri dari Tes Wawasan Kebangsaan, Tes Intelegensia Umum, dan Tes Karakteristik Pribadi.
Peserta yang lolos SKD masih harus menjalani seleksi lanjutan. Bentuk, persyaratan, dan jadwal seleksi berikutnya dapat berbeda karena ditentukan oleh masing-masing sekolah kedinasan.
Pemerintah mengingatkan peserta agar tidak mempercayai pihak yang mengaku dapat menjamin kelulusan. Seluruh tahapan harus dipantau melalui portal SSCASN dan kanal resmi instansi penyelenggara.
Kelulusan ditentukan berdasarkan hasil peserta dalam setiap tahap seleksi. Karena itu, peserta disarankan menyimpan bukti pendaftaran, memeriksa pengumuman secara berkala, dan memastikan hanya menggunakan informasi dari situs pemerintah.