KEBONCINTA.COM – Pemerintah Kota Malang mulai mengoperasikan program angkutan pelajar gratis pada Senin, 31 Agustus 2026. Kehadiran layanan tersebut diharapkan memberikan pilihan transportasi yang aman dan terjangkau bagi para siswa sekaligus membantu menghidupkan kembali angkutan kota.
Program ini dijalankan dengan memanfaatkan puluhan armada angkot yang melayani 15 rute perjalanan. Rute tersebut dirancang untuk menjangkau sejumlah sekolah dan kawasan permukiman di Kota Malang.
Pengoperasian angkutan pelajar dilakukan dua kali dalam sehari, yakni pada waktu siswa berangkat ke sekolah dan saat jam kepulangan. Dengan jadwal tersebut, armada diharapkan dapat berfokus melayani kebutuhan mobilitas pelajar tanpa mengganggu layanan angkutan umum pada waktu lainnya.
Dalam mempersiapkan program ini, Pemerintah Kota Malang mengalokasikan anggaran sekitar Rp1,9 miliar untuk skema pelayanan yang mencakup kapasitas hingga 96 unit angkot. Pelaksanaannya menggunakan pendekatan buy the service, yaitu pemerintah membeli jasa layanan transportasi dari koperasi atau mitra pengelola angkutan.
Pembayaran kepada operator tidak semata-mata dihitung berdasarkan jumlah penumpang. Perhitungan juga mengacu pada jarak perjalanan harian yang ditempuh setiap kendaraan sesuai rute pelayanan.
Untuk meningkatkan pengawasan, armada yang terlibat dilengkapi sistem pelacakan berbasis GPS. Teknologi tersebut memungkinkan pemerintah memantau posisi kendaraan, kepatuhan terhadap rute, serta perjalanan yang telah diselesaikan.
Program angkutan pelajar gratis memiliki dua sasaran utama. Pertama, membantu mengurangi pengeluaran keluarga untuk biaya perjalanan sekolah. Kedua, memberikan kepastian pendapatan kepada pengemudi angkot yang selama ini menghadapi penurunan jumlah penumpang akibat perubahan pola transportasi masyarakat.
Pemerintah kota juga masih mempertahankan operasional bus sekolah selama masa peralihan. Keberadaan bus sekolah dan angkot pelajar akan dievaluasi setelah program berjalan sekitar satu bulan.
Evaluasi diperlukan untuk melihat tingkat keterisian kendaraan, ketepatan waktu, kesesuaian rute, serta keamanan siswa selama perjalanan. Masukan dari sekolah, orang tua, pengemudi, dan para pelajar akan menjadi bagian penting dalam penyempurnaan layanan.
Jika dijalankan secara konsisten, program ini bukan hanya menyediakan perjalanan gratis. Kebijakan tersebut juga berpotensi mengurangi penggunaan kendaraan pribadi oleh siswa dan orang tua pada jam masuk sekolah, sehingga turut membantu menekan kepadatan lalu lintas di kawasan pendidikan Kota Malang.