KEBONCINTA.COM – Enam mahasiswa Universitas Jember memberikan edukasi mengenai kesehatan gigi dan mulut kepada siswa sekolah dasar di Desa Soba, Kecamatan Laga, Baucau, Timor-Leste. Kegiatan tersebut menjadi bagian dari program Kuliah Kerja Nyata internasional yang berlangsung selama Juli hingga Agustus 2026.
Dengan mengusung tema “Desa Sehat”, para mahasiswa tidak hanya menyampaikan materi secara lisan. Mereka juga mengajak siswa mempraktikkan secara langsung cara menyikat gigi yang benar pada kegiatan yang dilaksanakan 21 Agustus 2026.
Sikat dan pasta gigi dibagikan kepada peserta agar materi yang disampaikan dapat segera diterapkan. Pendekatan praktik dipilih supaya siswa lebih mudah memahami tahapan membersihkan gigi serta pentingnya menjaga kebersihan mulut setiap hari.
Salah seorang mahasiswa yang mengikuti program tersebut adalah Yohanna Butu dari Program Studi Televisi dan Film Universitas Jember. Bersama anggota kelompoknya, ia berupaya menyampaikan materi dengan bahasa dan cara yang mudah diterima anak-anak.
Edukasi kesehatan gigi kepada siswa sekolah dasar dinilai penting karena kebiasaan merawat gigi perlu dibentuk sejak dini. Penjelasan sederhana mengenai waktu menyikat gigi, cara menjangkau seluruh permukaan gigi, dan penggunaan sikat secara tepat dapat menjadi langkah awal dalam membangun perilaku hidup sehat.
Kegiatan di Desa Soba merupakan bagian dari KKN kolaboratif internasional yang melibatkan lima perguruan tinggi Indonesia. Selain Universitas Jember, program tersebut diikuti UPN Veteran Jawa Timur, Universitas Tidar, Universitas PGRI Jember, dan Universitas Mochammad Sroedji Jember.
Program ini menjadi penyelenggaraan KKN kolaboratif kedua di Timor-Leste setelah kegiatan serupa dilaksanakan pada 2024. Kehadiran mahasiswa lintas kampus membuka kesempatan untuk bertukar pengalaman sekaligus menyusun kegiatan berdasarkan kebutuhan masyarakat setempat.
Bagi mahasiswa, KKN internasional memberikan pengalaman pengabdian dalam lingkungan sosial dan budaya yang berbeda. Mereka dituntut menyesuaikan cara berkomunikasi, bekerja bersama masyarakat, dan memastikan program tidak berhenti sebagai kegiatan seremonial.
Keberlanjutan menjadi bagian penting dari edukasi kesehatan. Materi yang telah diberikan diharapkan dapat diteruskan oleh guru dan keluarga agar kebiasaan menjaga kebersihan gigi benar-benar diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.
Kolaborasi antara perguruan tinggi, sekolah, dan masyarakat setempat juga menunjukkan bahwa pengabdian mahasiswa dapat diarahkan pada persoalan yang dekat dengan kehidupan warga. Dari kegiatan sederhana seperti belajar menyikat gigi, mahasiswa berkontribusi menumbuhkan kesadaran kesehatan sejak usia sekolah.