Khazanah
Hilmi An Naufal

Empat Belas Guru SMK Jawa Timur Terpilih Magang Tiga Bulan di Jerman

Empat Belas Guru SMK Jawa Timur Terpilih Magang Tiga Bulan di Jerman

02 September 2026 | 05:29

SURABAYA, KEBONCINTA.COM — Sebanyak 14 guru sekolah menengah kejuruan dari Jawa Timur terpilih mengikuti Program Magang Luar Negeri bagi Guru SMK 2026 di Jerman. Mereka menjadi bagian dari 50 guru yang lolos seleksi secara nasional.

Kepala Dinas Pendidikan Jawa Timur Aries Agung Paewai mengatakan terpilihnya 14 guru tersebut menunjukkan semakin kuatnya daya saing tenaga pendidik vokasi dari Jawa Timur.

Program ini diselenggarakan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah bekerja sama dengan Lembaga Pengelola Dana Pendidikan. Para peserta akan mengikuti kegiatan selama tiga bulan, termasuk pendidikan dan pengembangan kompetensi di Festo Didactic serta Technische Universität Dresden.

Keempat belas peserta berasal dari sekolah negeri dan swasta yang tersebar di sejumlah kabupaten dan kota. Mereka merupakan guru SMKS Semen Gresik, SMKN 3 Tuban, SMKN 3 Buduran, SMKN 2 Sampang, SMKN 2 Pamekasan, SMKN 10 Malang dan SMKN 1 Gedangan.

Peserta lainnya berasal dari SMKN 1 Udanawu, SMKS Krian 2 Sidoarjo, SMKN 1 Bangil, SMK Muhammadiyah 7 Gondanglegi, SMKN 2 Singosari, SMKN 1 Singosari serta SMKN 1 Bendo Magetan.

Selama berada di Jerman, para guru diharapkan mempelajari perkembangan teknologi, standar industri, budaya kerja, kedisiplinan dan metode pembelajaran vokasi. Pengalaman tersebut penting karena perubahan teknologi di lingkungan industri bergerak lebih cepat dibandingkan pembaruan materi pembelajaran di sekolah.

Program magang tidak seharusnya berhenti sebagai pencapaian pribadi maupun sekadar menghasilkan sertifikat internasional. Sepulang dari Jerman, para peserta diharapkan membagikan pengetahuan kepada guru lain melalui pelatihan internal, komunitas belajar atau musyawarah guru mata pelajaran.

Proses berbagi pengetahuan dibutuhkan agar manfaat program dapat dirasakan lebih banyak sekolah dan peserta didik. Satu guru peserta magang berpotensi membantu puluhan guru lainnya memahami standar industri yang lebih mutakhir.

Pengalaman internasional juga diharapkan memperkuat keterkaitan antara pembelajaran SMK dengan kebutuhan dunia usaha, dunia industri dan dunia kerja. Materi yang diperoleh dapat diterapkan dalam pengembangan modul, kegiatan praktik, pembelajaran berbasis proyek maupun peningkatan budaya keselamatan kerja.

Namun, penerapan pengalaman dari luar negeri tetap perlu disesuaikan dengan fasilitas, karakter siswa dan kebutuhan industri di masing-masing daerah. Tidak seluruh sistem dapat dipindahkan secara langsung tanpa penyesuaian.

Keberhasilan program nantinya perlu dilihat dari perubahan nyata di sekolah. Ukurannya bukan hanya jumlah sertifikat yang diperoleh, tetapi juga peningkatan kompetensi siswa, pembaruan pembelajaran serta semakin kuatnya kemitraan sekolah dengan industri.

Tags:
berita nasional

Komentar Pengguna