Berita
M. Fadhli Dzil Ikram

Fokus Jaga Kesehatan Jemaah, Umrah Sunnah Kini Dibatasi

Fokus Jaga Kesehatan Jemaah, Umrah Sunnah Kini Dibatasi

06 Mei 2026 | 15:27

keboncinta.com -- Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi mengimbau Kelompok Bimbingan Ibadah Haji dan Umrah (KBIHU) agar membatasi aktivitas jemaah menjelang fase puncak haji di Arafah, Muzdalifah, dan Mina (Armuzna).

Tujuannya adalah menjaga stamina dan kesehatan jemaah agar tetap prima saat memasuki rangkaian ibadah paling berat dalam pelaksanaan haji.

Umrah Sunnah Maksimal 3 Kali

Kepala Seksi Bimbingan Ibadah dan KBIHU PPIH Arab Saudi Daker Makkah, Erti Herlina, menegaskan bahwa:

  • jemaah hanya diperbolehkan melakukan umrah sunnah maksimal tiga kali sebelum Armuzna.

Menurutnya, pembatasan ini penting agar jemaah tidak mengalami kelelahan fisik menjelang puncak ibadah haji.

“Saat ini KBIHU hanya mengizinkan pelaksanaan umrah sunnah sebanyak tiga kali, maksimal tiga kali pra Armuzna,” ujar Erti di Makkah, Rabu (6/5/2026).

Baca juga : Tergiur Haji Tanpa Antre? Waspadai Risiko Besar Jalur Ilegal

City Tour ke Luar Makkah Dilarang

Selain pembatasan umrah sunnah, KBIHU juga diminta:

  • tidak mengadakan city tour ke luar Kota Makkah sebelum Armuzna.

Larangan tersebut tertuang dalam:

  • Surat Edaran Nomor S-88/BN/2026
    tentang larangan ziarah atau city tour sebelum fase Armuzna.

Pemerintah menilai aktivitas tambahan seperti perjalanan wisata berisiko:

  • menguras tenaga,
  • meningkatkan kelelahan,
  • serta mengganggu kesiapan fisik jemaah.

Fokus Persiapan Puncak Haji

Menjelang Armuzna, pendampingan jemaah diminta lebih difokuskan pada:

  • kesiapan fisik,
  • kesiapan mental,
  • pembinaan spiritual,
  • serta pemahaman teknis ibadah haji.

Fase Armuzna sendiri dikenal sebagai:

  • tahap paling padat,
  • paling melelahkan,
  • dan paling krusial dalam rangkaian ibadah haji.

Karena itu, kondisi kesehatan jemaah menjadi prioritas utama.

Kegiatan Wajib Dilaporkan

PPIH juga meminta setiap kegiatan KBIHU:

  • wajib dikoordinasikan dengan petugas sektor dan PPIH.

Jika tetap mengadakan:

  • umrah sunnah,
  • atau city tour dalam Kota Makkah,

maka pihak KBIHU harus membuat surat pemberitahuan yang memuat:

  • tujuan kegiatan,
  • jumlah peserta,
  • serta ditembuskan kepada kepala sektor.

Langkah ini dilakukan agar:

  • pergerakan jemaah mudah dipantau,
  • keamanan lebih terjaga,
  • dan penanganan darurat bisa dilakukan lebih cepat jika diperlukan.

Cuaca Panas Jadi Perhatian

Pembatasan aktivitas juga berkaitan dengan kondisi cuaca di Arab Saudi yang cukup ekstrem.

Suhu di Makkah dan Madinah saat ini berkisar:

  • 39–42 derajat Celsius.

Dalam kondisi seperti itu, aktivitas fisik berlebihan bisa meningkatkan risiko:

  • dehidrasi,
  • kelelahan,
  • heat stroke,
  • hingga gangguan kesehatan serius.

Baca juga : Jangan Tertipu! Modus Baru Haji Ilegal Kian Sulit Dikenali, Simak Penjelasannya

Imbauan untuk Jemaah

Jemaah diimbau:

  • tidak memaksakan ibadah sunnah berlebihan,
  • cukup istirahat,
  • rutin minum air,
  • menggunakan pelindung diri seperti payung dan masker,
  • serta mengikuti arahan petugas.

PPIH berharap seluruh jemaah Indonesia dapat menjalani puncak haji dengan:

  • aman,
  • sehat,
  • dan khusyuk.
Tags:
Umrah Haji 1447 H

Komentar Pengguna