Teknologi
Hilmi An Naufal

Huawei Mate XT 2 Resmi Meluncur, Ponsel Lipat Tiga Generasi Baru Tantang Xiaomi dan Apple

Huawei Mate XT 2 Resmi Meluncur, Ponsel Lipat Tiga Generasi Baru Tantang Xiaomi dan Apple

07 September 2026 | 14:43

KEBONCINTA.COM – Senin, 7 September 2026 – Persaingan smartphone premium kembali memanas setelah Huawei resmi meluncurkan generasi terbaru ponsel lipat tiganya, Huawei Mate XT 2.

Perangkat tersebut menjadi penerus Mate XT dan membawa perubahan cukup besar pada mekanisme lipatan.

Jika generasi sebelumnya menggunakan konsep lipatan berbentuk Z, Mate XT 2 menggunakan pendekatan baru dengan struktur dua lipatan yang membuka perangkat menjadi layar berukuran seperti tablet.

Huawei menyebut desain baru tersebut sebagai bentuk pengembangan dari teknologi tri-fold yang telah mereka komersialkan sebelumnya.

Mate XT 2 menggunakan struktur yang memungkinkan sisi kiri dan kanan perangkat dibuka sehingga menghasilkan layar besar di bagian tengah.

Perubahan tersebut tidak hanya ditujukan untuk tampilan.

Huawei juga melakukan penyesuaian distribusi berat agar perangkat terasa lebih seimbang ketika digunakan dalam kondisi terbuka.

Perangkat ini juga menggunakan sistem engsel yang diperbarui.

Huawei sebelumnya mengungkapkan bahwa mekanisme baru dirancang untuk meningkatkan ketahanan sekaligus membuat proses membuka dan menutup layar menjadi lebih intuitif.

Ketebalan bagian layar ketika perangkat dibuka juga menjadi salah satu fokus utama.

Huawei menyebut bodi pada bagian tertentu tetap berada di kisaran sangat tipis meskipun perangkat sekarang memiliki layar bagian dalam dan layar luar.

Salah satu perubahan penting lainnya adalah kehadiran layar eksternal.

Dengan layar tersebut, pengguna tidak harus membuka seluruh perangkat ketika hanya ingin melakukan aktivitas sederhana seperti melihat notifikasi atau menggunakan aplikasi tertentu.

Dari sisi performa, Reuters melaporkan Mate XT 2 ditenagai chipset Kirin 9050 Pro terbaru.

Prosesor tersebut menjadi bagian dari upaya Huawei mengembangkan teknologi chip internal di tengah pembatasan akses terhadap sejumlah teknologi asal Amerika Serikat.

Chip tersebut dikembangkan untuk menawarkan peningkatan kemampuan komputasi sekaligus efisiensi daya.

Kehadiran Kirin 9050 Pro juga memperlihatkan bahwa Huawei terus memperkuat ekosistem perangkat kerasnya sendiri.

Mate XT 2 diluncurkan bersamaan dengan pengenalan HarmonyOS 7.

Sistem operasi generasi baru tersebut menjadi bagian penting dari strategi Huawei untuk mengurangi ketergantungan terhadap platform luar.

Huawei Mate XT 2 juga dipersiapkan dengan beberapa konfigurasi memori.

Informasi yang muncul menjelang peluncuran menyebut varian RAM 16 GB dengan penyimpanan 512 GB dan 1 TB.

Terdapat pula varian tertentu dengan kapasitas penyimpanan lebih besar hingga 2 TB.

Pilihan warna yang disiapkan antara lain hitam, putih dan ungu.

Beberapa model juga memperoleh teknologi layar privasi yang dirancang membatasi sudut pandang sehingga isi layar lebih sulit dilihat orang yang berada di samping pengguna.

Peluncuran Mate XT 2 berlangsung pada periode yang sangat menarik bagi industri smartphone.

Pada hari yang sama Xiaomi juga dijadwalkan memperkenalkan Xiaomi 18 Fold.

Dua hari kemudian, Apple akan menggelar acara produk terbarunya pada 9 September.

Apple sendiri diperkirakan memasuki kategori smartphone layar lipat, meskipun rincian perangkat tersebut baru akan diketahui setelah perusahaan memberikan pengumuman resmi.

Situasi tersebut membuat September 2026 menjadi salah satu periode terpadat bagi pasar smartphone premium.

Produsen tidak lagi hanya berlomba pada kamera atau kecepatan prosesor.

Bentuk perangkat mulai kembali menjadi medan persaingan.

Huawei memilih desain tiga lipatan, sementara produsen lain mengembangkan model lipat dua dengan pendekatan berbeda.

Ponsel tri-fold menawarkan keuntungan berupa layar sangat besar ketika dibuka tetapi tetap dapat dibawa seperti smartphone.

Namun desain tersebut juga membawa tantangan besar.

Produsen harus menjaga bobot, ketebalan, ketahanan layar fleksibel dan kekuatan engsel.

Harga juga menjadi faktor penting karena teknologi layar lipat masih jauh lebih mahal dibandingkan smartphone konvensional.

Belum ada kepastian mengenai kapan Huawei Mate XT 2 akan dipasarkan secara resmi di Indonesia.

Konsumen Indonesia kemungkinan masih perlu menunggu pengumuman Huawei Indonesia mengenai ketersediaan maupun harga perangkat tersebut.

Meski begitu, Mate XT 2 menunjukkan bahwa teknologi smartphone lipat belum berhenti berkembang.

Setelah beberapa tahun pasar didominasi model fold dan flip, konsep tiga lipatan mulai menjadi alternatif baru untuk menghadirkan perangkat yang dapat berubah dari smartphone menjadi tablet dalam satu produk.

Tags:
teknologi

Komentar Pengguna