KEBONCINTA.COM – Senin, 7 September 2026 – Pemilik kartu grafis NVIDIA GeForce RTX 40 Series mendapatkan kabar menarik terkait teknologi grafis generasi terbaru DLSS 5.
NVIDIA dikabarkan telah memastikan teknologi tersebut nantinya tidak akan selamanya terbatas pada GPU GeForce RTX 50 Series.
Setelah proses optimalisasi selesai, sebagian kemampuan DLSS 5 direncanakan hadir untuk kartu grafis RTX 40 Series.
DLSS atau Deep Learning Super Sampling merupakan teknologi NVIDIA yang memanfaatkan kecerdasan buatan untuk meningkatkan pengalaman visual dan performa dalam game.
Namun DLSS 5 membawa pendekatan yang jauh lebih agresif dibandingkan generasi sebelumnya.
Teknologi baru tersebut menggunakan AI untuk membantu meningkatkan detail visual yang tampil dalam sebuah game.
NVIDIA menyebut pendekatan barunya sebagai neural rendering yang mampu memberikan detail fotorealistik berdasarkan data dari game.
AI dapat membantu meningkatkan tampilan cahaya, material, bayangan hingga berbagai detail visual.
Pada saat diperkenalkan, DLSS 5 menjadi perbincangan karena hasil visualnya dapat berbeda cukup jauh dari gambar asli yang dirender oleh game.
Sebagian pemain menyukai peningkatan realisme yang dihasilkan.
Namun sebagian lainnya khawatir AI terlalu banyak mengubah tampilan karakter dan desain artistik yang sebelumnya dibuat developer.
NVIDIA kemudian menekankan bahwa developer mempunyai kontrol terhadap penerapan teknologi tersebut.
Efek DLSS 5 dapat diatur sesuai kebutuhan pada objek maupun bagian tertentu dari game.
Teknologi tersebut juga tidak selalu harus digunakan pada intensitas maksimum.
Pada peluncuran awal, fitur neural rendering terbaru DLSS 5 diarahkan terutama untuk kartu grafis RTX 50 Series.
GPU generasi tersebut mempunyai Tensor Core dan kemampuan pemrosesan AI yang dirancang untuk menjalankan model generatif secara real time.
Namun perkembangan terbaru memberikan harapan kepada pemilik GPU generasi sebelumnya.
The Verge melaporkan NVIDIA mengonfirmasi rencana membawa DLSS 5 menuju RTX 40 Series setelah perusahaan menyelesaikan optimalisasi.
Belum ada tanggal pasti mengenai kapan dukungan tersebut akan tersedia.
Artinya pemilik RTX 40 Series masih harus menunggu.
Kabar tersebut tetap cukup penting karena jumlah pengguna RTX 40 Series masih sangat besar.
GPU seperti RTX 4060, RTX 4070, RTX 4080 hingga RTX 4090 masih mempunyai kemampuan gaming tinggi.
Apabila DLSS 5 dapat berjalan dengan baik di GPU tersebut, pemiliknya dapat memperoleh teknologi visual terbaru tanpa harus langsung mengganti kartu grafis.
Namun dukungan terhadap RTX 30 dan RTX 20 Series masih belum jelas.
Sejumlah modder sebelumnya dilaporkan berhasil bereksperimen menjalankan teknologi DLSS 5 pada GPU yang lebih lama.
Hasil tersebut menunjukkan bahwa teknologi secara teknis mungkin dapat dijalankan dalam kondisi tertentu.
Tetapi performanya belum tentu ideal.
NVIDIA sendiri belum memberikan kepastian mengenai dukungan resmi DLSS 5 untuk RTX 30 maupun RTX 20 Series.
Perusahaan kemungkinan harus mempertimbangkan performa Tensor Core dan kapasitas komputasi masing-masing generasi GPU.
Menjalankan model AI secara real time membutuhkan sumber daya yang cukup besar.
Bahkan pada RTX 50 Series, DLSS 5 dapat memberikan beban performa cukup signifikan tergantung game dan konfigurasi yang digunakan.
Inilah yang membuat proses optimalisasi menjadi penting sebelum fitur tersedia secara lebih luas.
Menariknya, pengguna nantinya kemungkinan tidak mendapatkan seluruh kontrol yang saat ini digunakan developer.
Laporan menyebut NVIDIA berencana memberikan pengalaman yang lebih sederhana kepada pemain, sementara pengaturan detail mengenai bagaimana AI memodifikasi sebuah scene tetap berada di tangan developer.
Pendekatan tersebut bertujuan menjaga tampilan game tetap sesuai dengan arah artistik pembuatnya.
DLSS 5 sendiri telah diperkenalkan sebagai teknologi generasi baru yang memanfaatkan AI jauh lebih dalam dibandingkan sekadar meningkatkan resolusi.
Teknologi DLSS sebelumnya lebih dikenal karena kemampuannya merender game pada resolusi lebih rendah kemudian menggunakan AI untuk merekonstruksi gambar beresolusi tinggi.
Frame Generation kemudian menambahkan kemampuan menghasilkan frame tambahan untuk meningkatkan FPS.
Pada DLSS 5, AI semakin terlibat dalam proses membangun visual akhir sebuah game.
Hal itu sekaligus menunjukkan bagaimana kecerdasan buatan mulai menjadi bagian yang semakin penting pada industri kartu grafis.
GPU modern tidak hanya berlomba mengenai kemampuan rasterisasi tradisional.
Kemampuan menjalankan model AI kini menjadi salah satu faktor utama.
NVIDIA sendiri telah membekali kartu grafis RTX dengan Tensor Core sejak generasi RTX 20 Series.
Setiap generasi kemudian mendapatkan peningkatan kemampuan AI.
Teknologi tersebut akhirnya dimanfaatkan untuk DLSS, denoising ray tracing, frame generation hingga neural rendering generasi terbaru.
Bagi gamer, hadirnya DLSS 5 di RTX 40 Series nantinya dapat memperpanjang masa pakai GPU.
Namun pengguna sebaiknya belum menganggap dukungan tersebut sudah tersedia sekarang.
NVIDIA masih memulai teknologi neural rendering terbaru pada RTX 50 Series dan dukungan RTX 40 membutuhkan optimalisasi lebih lanjut.
Daftar game yang benar-benar memanfaatkan DLSS 5 juga masih akan berkembang.
Karena itu manfaat sebenarnya baru dapat dinilai setelah lebih banyak game mengimplementasikan teknologi tersebut.
Satu hal mulai terlihat jelas.
Generasi GPU di masa depan kemungkinan akan semakin bergantung pada perpaduan kemampuan rendering tradisional dan kecerdasan buatan.
Keputusan NVIDIA memperluas teknologi DLSS 5 menuju RTX 40 Series juga menjadi kabar positif bagi gamer yang belum berencana mengganti kartu grafis dalam waktu dekat.