KEBONCINTA.COM – Senin, 7 September 2026 – Sebuah iPhone 17 Pro menjadi bagian dari pengujian ekstrem setelah dijatuhkan dari ketinggian lebih dari 30 kilometer di atas permukaan Bumi.
Menariknya, smartphone tersebut masih dapat berfungsi setelah kembali ditemukan di darat.
Pengujian dilakukan oleh produsen casing Rhinoshield bersama perusahaan kedirgantaraan asal Inggris, Sent Into Space.
Perlu dicatat, iPhone dalam pengujian tidak dijatuhkan dalam kondisi tanpa perlindungan.
Perangkat dipasangi casing Rhinoshield AirX yang memang menjadi objek utama pengujian ketahanan tersebut.
Tim membawa iPhone 17 Pro menuju stratosfer menggunakan balon.
Ketinggian yang dicapai mencapai 100.418 kaki atau sekitar 30.607 meter.
Sebagai perbandingan, ketinggian tersebut beberapa kali lebih tinggi dibandingkan ketinggian jelajah normal pesawat penumpang.
Setelah mencapai titik yang ditentukan, iPhone kemudian dilepaskan.
Perangkat jatuh menuju Bumi tanpa menggunakan parasut.
Kecepatan serta kondisi lingkungan ekstrem membuat pengujian tersebut jauh berbeda dibandingkan drop test smartphone biasa.
Di stratosfer, perangkat harus menghadapi temperatur serta tekanan udara yang sangat berbeda dibandingkan kondisi di permukaan.
Karena itu tim sebelumnya melakukan pengujian terhadap perangkat dan casing dalam kondisi suhu serta tekanan rendah.
Casing AirX dikembangkan dengan konsep yang mengambil inspirasi dari teknologi penyerap benturan.
Rhinoshield menyebut struktur casing tersebut mengambil pendekatan yang menyerupai prinsip kantung udara pada mobil serta material bantalan pada sepatu.
Tujuannya adalah membantu menyebarkan dan menyerap sebagian energi ketika terjadi benturan.
Pengujian ekstrem tersebut juga dilakukan dalam rangka memecahkan Guinness World Records.
Salah satu persyaratan yang harus dipenuhi adalah perangkat harus jatuh tanpa bantuan parasut.
Selain itu, casing harus menjadi bagian yang menyentuh permukaan tanah terlebih dahulu.
Lokasi pelepasan dipilih di sekitar Pusat Antariksa Esrange di wilayah utara Swedia.
Daerah tersebut mempunyai area luas dan minim penduduk sehingga dianggap lebih sesuai untuk aktivitas kedirgantaraan dibandingkan wilayah padat.
Namun proses pengujian tidak berhenti setelah smartphone mendarat.
Tim justru menghadapi kesulitan menemukan kembali perangkat tersebut.
Meskipun lokasi perkiraan jatuh sudah dipersempit dalam area sekitar dua kilometer, proses pencarian memakan waktu lebih dari lima jam.
Smartphone akhirnya berhasil ditemukan di kawasan hutan.
Menurut laporan Guinness World Records yang dikutip detikINET, perangkat masih selamat setelah jatuh dari ketinggian tersebut.
iPhone 17 Pro dilaporkan masih dapat beroperasi dan tidak menunjukkan kerusakan berarti setelah ditemukan.
Hasil tersebut membuat pengujian memperoleh rekor untuk kategori menjatuhkan smartphone berbalut casing dari titik tertinggi ke permukaan alami.
Meski demikian, hasil eksperimen tersebut tidak berarti semua iPhone 17 Pro akan selamat apabila dijatuhkan dari ketinggian ekstrem.
Banyak faktor dapat memengaruhi dampak benturan.
Sudut jatuh, jenis permukaan, kecepatan, arah perangkat ketika mendarat serta casing yang digunakan dapat memberikan hasil berbeda.
Pengujian tersebut lebih tepat dilihat sebagai demonstrasi ketahanan casing AirX dalam sebuah skenario ekstrem.
Pengguna juga tidak dianjurkan mencoba melakukan pengujian serupa secara mandiri.
Menjatuhkan benda dari ketinggian dapat membahayakan manusia maupun properti apabila dilakukan tanpa pengawasan dan lokasi yang sesuai.
Meski merupakan bagian dari promosi produk, eksperimen tersebut menunjukkan betapa jauh produsen aksesori smartphone berusaha membuktikan kemampuan material perlindungan perangkat.
Casing saat ini tidak lagi hanya dibuat untuk menghindari goresan.
Produsen mengembangkan struktur material untuk menyerap energi benturan ketika smartphone jatuh.
Bagi pengguna sehari-hari, risiko paling umum tentu bukan jatuh dari stratosfer.
Smartphone lebih sering terjatuh dari meja, kantong, kendaraan atau tangan pengguna.
Namun eksperimen iPhone 17 Pro dari ketinggian 30,6 kilometer tersebut menjadi salah satu uji ketahanan smartphone paling ekstrem sekaligus unik yang dilakukan tahun ini.