KEBONCINTA.COM – Tim panjat tebing muda Indonesia menutup World Climbing Asia Youth Championship Guiyang 2026 dengan koleksi satu medali emas dan tiga medali perunggu.
Dua perunggu terakhir diperoleh melalui nomor speed relay putri U17 dan speed relay putra U19. Tambahan tersebut membuat Indonesia menempati posisi keempat dalam klasemen akhir perolehan medali.
Kejuaraan berlangsung di Guiyang, China, pada 21–25 Agustus 2026 dengan mempertandingkan kelompok usia U17 dan U19.
Pasangan Naura Jasmine Rayya Syafiqa dan Keyzia Queenme Candley Riwoe mempersembahkan perunggu dari nomor speed relay putri U17.
Pada perebutan tempat ketiga, pasangan Indonesia membukukan waktu 18,81 detik. Mereka mengungguli tim Korea Selatan yang menyelesaikan perlombaan dalam 19,29 detik.
Naura dan Keyzia sebelumnya menempati posisi ketiga pada babak kualifikasi dengan waktu terbaik 16,82 detik.
China mendominasi nomor tersebut dengan menempatkan dua timnya pada posisi pertama dan kedua.
Medali perunggu lainnya diraih Haddan Malik Baqmuhyibar dan Amirul Rizqi Febriyansah pada nomor speed relay putra U19.
Pasangan Indonesia mencatatkan waktu 11,09 detik dalam perebutan medali perunggu. Mereka menang tipis atas Kazakhstan yang membukukan waktu 11,27 detik.
Pada babak kualifikasi, Haddan dan Amirul sempat menempati posisi kedua dengan waktu 10,96 detik. Emas akhirnya diraih China, sedangkan Korea Selatan memperoleh medali perak.
Pelatih pendamping tim Indonesia Judistiro mengapresiasi perjuangan para atlet. Hasil tersebut akan digunakan sebagai bahan evaluasi untuk meningkatkan kemampuan mereka dalam kompetisi berikutnya.
Sebelum dua medali dari speed relay, Ardana Cikal Damarwulan telah mempersembahkan emas pada nomor boulder putra U17.
Ardana meraih nilai 69,7 pada babak final. Ia mengungguli Takumi Nakayama dari Jepang dan Jungyoon Choi dari Korea Selatan yang sama-sama mencatatkan nilai 69,2.
Medali individu lainnya diraih Laksamana Krido Swarnabhumi pada nomor speed putra U17.
Laksamana mendapatkan perunggu dengan waktu 5,43 detik pada perebutan tempat ketiga. Catatan tersebut sekaligus menjadi waktu terbaik pribadinya dan podium pertamanya dalam kejuaraan panjat tebing tingkat Asia.
Pengurus Pusat Federasi Panjat Tebing Indonesia mengirimkan 13 atlet ke Guiyang. Kontingen terdiri atas enam atlet putra dan tujuh atlet putri yang mengikuti disiplin speed, lead, dan boulder.
Kejuaraan ini juga menjadi penyelenggaraan pertama nomor speed relay dalam rangkaian Asia Youth Championship.
Hasil satu emas dan tiga perunggu menunjukkan potensi regenerasi atlet panjat tebing Indonesia. Tantangan selanjutnya adalah menjaga perkembangan performa, menambah pengalaman internasional, dan mempersiapkan atlet muda menuju jenjang senior.