Keboncinta.com – SURABAYA – Kolaborasi Tim Hydromodelling dan Arkana Institut Teknologi Sepuluh Nopember meraih juara dua dalam Dr James A. Lisnyk Student Ship Design Competition 2026.
Kompetisi desain kapal internasional tersebut diselenggarakan oleh Society of Naval Architects and Marine Engineers atau SNAME yang berbasis di Amerika Serikat. Perlombaan berlangsung secara daring pada Maret hingga Juni 2026, sedangkan pemenangnya diumumkan pada 15 Agustus 2026.
Tim ITS beranggotakan enam mahasiswa, yakni Faiz Yudistira Hidayat, Diarza Syafa, Najzwa Gita Purnama Putri, Emilda Safa’atus Sholihah, Hafizh Dzaky Firananda, dan Farizha Habibie.
Mereka merancang kapal bernama Flying Dutchman yang diproyeksikan untuk mendukung kegiatan lepas pantai dan operasi laut dalam di kawasan Natuna.
Flying Dutchman dirancang memiliki panjang 90 meter, lebar 20 meter, tinggi delapan meter, dan sarat air 6,4 meter. Kapal tersebut memiliki kecepatan dinas 14 knot dengan bobot mati sekitar 4.000 ton.
Kapasitas muatannya dirancang mencapai 3.600 metrik ton. Muatan yang dapat dibawa meliputi modul struktur bawah laut, logistik rig, peralatan inspeksi dan perbaikan pipa, serta fluida pengeboran.
Untuk mengurangi hambatan dan meningkatkan stabilitas, tim menggunakan bentuk lambung X-bow. Struktur atas kapal dirancang menggunakan material carbon fiber reinforced polymer atau CFRP untuk menekan bobot serta meningkatkan ketahanan terhadap korosi.
Inovasi utama dalam rancangan Flying Dutchman terletak pada penggunaan mesin berbahan bakar hibrida yang mengintegrasikan hidrogen.
Dalam konsep yang diajukan tim, hidrogen bertekanan tinggi dialirkan ke mesin dual-fuel untuk menggerakkan generator listrik. Energi yang dihasilkan selanjutnya digunakan untuk mengoperasikan azimuth thruster dan peralatan misi kapal.
Tim memperkirakan integrasi tersebut memungkinkan kapal beroperasi selama 12–20 hari di kawasan Natuna dengan emisi karbon yang mendekati nol.
Namun, angka tersebut masih merupakan hasil rancangan dan perhitungan dalam kompetisi. Flying Dutchman belum diberitakan sebagai kapal yang telah dibangun dan menjalani pengujian operasional di laut.
Setiap anggota tim memegang tanggung jawab berbeda. Faiz menangani pemodelan tiga dimensi, sedangkan Diarza mengerjakan analisis desain lambung.
Najzwa bertanggung jawab atas pengaturan umum kapal, mesin, dan sistem propulsi. Emilda menangani analisis latar belakang dan penyusunan dokumen, sementara Farizha mengerjakan konstruksi dan struktur. Hafizh bertugas pada sistem kelistrikan, HVAC, serta analisis indeks efisiensi energi kapal.
Proses perancangan dilakukan sejak Februari hingga Juni 2026 menggunakan metode spiral design. Tim tersebut dibimbing oleh dosen ITS, Ir. Rizky Chandra Ariesta.
Para pemenang dijadwalkan menghadiri presentasi dan penyerahan penghargaan dalam SNAME Maritime Conference di Amerika Serikat pada 28–30 Oktober 2026.
Prestasi ini menunjukkan bahwa kompetisi mahasiswa dapat menjadi ruang untuk mengembangkan solusi teknologi maritim. Tantangan selanjutnya adalah menguji kelayakan rancangan melalui simulasi lanjutan, pembuatan prototipe, dan pengujian berdasarkan standar industri.