Berita
Hilmi An Naufal

Mahasiswa ITB Juara 1 Dunia Imperial Barrel Award 2026, Raih Hadiah US$10.000

Mahasiswa ITB Juara 1 Dunia Imperial Barrel Award 2026, Raih Hadiah US$10.000

26 Agustus 2026 | 07:30

Keboncinta.com – BANDUNG – Tim Ganesha Dansk Energy dari Institut Teknologi Bandung meraih juara pertama babak final global AAPG Imperial Barrel Award Program 2026 di Houston, Amerika Serikat.

Kemenangan pada final global 17 Agustus 2026 tersebut mengantarkan tim ITB memperoleh hadiah sebesar 10.000 dolar AS.

Tim Ganesha Dansk Energy beranggotakan lima mahasiswa. Mereka adalah Arieq Bagus Putradinanti, Dinda Putri Khamisah, dan Mohammad Maghantis Taqy dari Magister Teknik Geologi.

Dua anggota lainnya ialah Fathan Khoiri Nujaih Siregar dari Sarjana Teknik Geologi serta Hammam Muhammad dari Magister Teknik Geofisika.

Mengolah Data Geologi Dunia Nyata

Imperial Barrel Award merupakan kompetisi tahunan yang diselenggarakan American Association of Petroleum Geologists atau AAPG.

Kompetisi tersebut menyimulasikan proses evaluasi eksplorasi energi. Peserta memperoleh kumpulan data geologi dan geofisika untuk dianalisis sebelum menyusun strategi eksplorasi yang dipresentasikan seperti proyek profesional kepada investor.

Setiap tim mendapatkan waktu sekitar sepuluh pekan untuk mengolah data. Hasil analisis kemudian dipresentasikan selama 25 menit di hadapan juri yang berasal dari kalangan profesional industri.

Penilaian mencakup kualitas teknis, orisinalitas analisis, kerja sama tim, pengambilan keputusan, dan kemampuan menyampaikan informasi rumit secara mudah dipahami.

Menganalisis Wilayah North Sea

Pada babak global, tim ITB memperoleh data wilayah North Sea. Mereka menganalisis struktur regional, karakteristik geologi, sistem petroleum, serta potensi hidrokarbon di kawasan tersebut.

Tim juga mengevaluasi strategi pengeboran, menentukan target formasi atau reservoir, dan memperkirakan potensi produksi. Kajian dilengkapi pembahasan mengenai keberlanjutan pengembangan serta risiko lingkungan.

Salah satu tantangan utama adalah mengubah hasil analisis teknis menjadi presentasi yang menarik. Tim tidak hanya dituntut akurat, tetapi juga harus mampu menjelaskan alasan di balik rekomendasi yang diajukan.

Dalam presentasi final, mereka menggunakan tiga kartu berwarna merah, kuning, dan hijau untuk membangun interaksi dengan juri serta membantu menyampaikan hasil analisis.

Lolos setelah Menjuarai Asia Pasifik

Perjalanan menuju final global dimulai dari seleksi internal dan persiapan selama lebih dari enam bulan.

Data untuk babak regional diterima pada Februari 2026. Setelah menjalani analisis selama sepuluh pekan, tim mempresentasikan hasilnya secara daring pada 24 April 2026.

Ganesha Dansk Energy kemudian menjadi juara pertama regional Asia Pasifik dan memperoleh hak mewakili kawasan tersebut pada final global di Amerika Serikat.

Capaian ini bukan berarti tim menemukan langsung cadangan energi baru yang siap diproduksi. Analisis dilakukan dalam konteks kompetisi simulasi profesional menggunakan kumpulan data yang disediakan penyelenggara.

Meski demikian, kemenangan tersebut menunjukkan kemampuan mahasiswa Indonesia menggabungkan penguasaan geologi, geofisika, kerja sama lintas bidang, serta komunikasi profesional.

Tags:
Berita guru

Komentar Pengguna