Keboncinta.com-- Menjadi guru bukan hanya tentang menyampaikan materi pelajaran. Setiap hari, guru juga berhadapan dengan beragam karakter dan perilaku peserta didik yang terkadang sulit diprediksi.
Ada kalanya suasana kelas berjalan tenang dan menyenangkan. Namun, tidak jarang pula muncul berbagai tingkah murid yang membuat guru harus mengeluarkan tenaga dan kesabaran ekstra. Jika kondisi seperti ini terjadi berulang kali, rasa lelah dan stres pun dapat muncul tanpa disadari.
Meski demikian, perilaku anak sebenarnya tidak selalu dimaksudkan untuk membuat guru merasa tertekan. Mereka sedang berada dalam proses belajar, tumbuh, dan mengenali lingkungan di sekitarnya. Karena itu, guru membutuhkan cara yang tepat untuk mengelola emosi agar tetap tenang dan mampu menghadapi berbagai situasi di kelas.
Berikut beberapa kebiasaan sederhana yang dapat membantu guru mengurangi stres saat menjalankan aktivitas mengajar.
Baca Juga: Riset Keagamaan Tak Lagi Sekadar Ilmu! Kemenag Ungkap Peran Pentingnya untuk Kebijakan Publik
Ketika menghadapi situasi yang membuat emosi meningkat, jangan langsung bereaksi. Berikan tubuh dan pikiran waktu sejenak untuk menenangkan diri.
Salah satu cara sederhana yang dapat dilakukan adalah mengatur pernapasan. Tarik napas secara perlahan dan dalam, kemudian hembuskan dengan tenang. Lakukan beberapa kali sampai tubuh terasa lebih rileks.
Kebiasaan sederhana ini dapat membantu guru mengambil jeda sebelum merespons perilaku murid. Dengan pikiran yang lebih tenang, guru pun akan lebih mudah menentukan tindakan yang tepat.
Kondisi tubuh sangat berpengaruh terhadap suasana hati dan kemampuan seseorang dalam menghadapi tekanan.
Guru yang terlalu sibuk mengajar terkadang lupa makan atau kurang minum sepanjang hari. Padahal, tubuh membutuhkan asupan nutrisi dan cairan yang cukup agar tetap bugar.
Usahakan mengonsumsi makanan bergizi seimbang serta mencukupi kebutuhan air putih. Tubuh yang mendapatkan asupan dengan baik akan membantu guru menjalani aktivitas mengajar dengan energi yang lebih optimal.
Tidak semua perilaku murid harus selalu dianggap sebagai masalah.
Terkadang tingkah laku anak yang spontan justru dapat menjadi hiburan tersendiri di tengah padatnya aktivitas mengajar. Kelucuan atau kepolosan mereka bahkan dapat membuat guru tersenyum dan sejenak melupakan rasa lelah.
Melihat perilaku murid dari sudut pandang yang lebih positif dapat membantu guru mengurangi tekanan emosional. Dengan begitu, suasana kelas pun dapat terasa lebih menyenangkan.
Baca Juga: Pesantren Punya Lebih dari 1.000 Santri? Kini Boleh Bangun Dapur MBG Sendiri, Ini Syaratnya
Senyum merupakan hal sederhana, tetapi dapat membantu menciptakan suasana yang lebih positif.
Ketika guru menghadapi situasi yang kurang menyenangkan, mencoba tetap tersenyum dapat menjadi cara untuk memberikan jeda bagi diri sendiri agar tidak larut dalam emosi negatif.
Senyum juga dapat membuat suasana interaksi antara guru dan murid menjadi lebih nyaman.