Keboncinta.com-- Penyelenggaraan ibadah haji Indonesia kini memasuki tahap yang semakin padat menjelang puncak pelaksanaan haji 1447 Hijriah/2026 Masehi. Pemerintah mencatat hampir 192 ribu jemaah Indonesia telah berada di Arab Saudi untuk mempersiapkan diri menghadapi fase Armuzna.
Berdasarkan data terbaru Kementerian Haji dan Umrah Republik Indonesia, sebanyak 192.185 jemaah bersama 1.984 petugas telah diberangkatkan ke Tanah Suci hingga hari ke-30 operasional haji. Seluruh keberangkatan tersebut dilakukan melalui 498 kelompok terbang atau kloter.
Untuk kedatangan gelombang kedua melalui bandara di Jeddah, pemerintah mencatat lebih dari 85 ribu jemaah beserta ratusan petugas telah tiba di Arab Saudi.
Baca Juga: Pemerintah Imbau Jemaah Haji Indonesia Waspada Penawaran Dam Tidak Resmi Jelang Puncak Armuzna
Sementara itu, sekitar 188 ribu jemaah kini telah berada di Kota Makkah sebagai bagian dari persiapan menghadapi wukuf dan rangkaian ibadah puncak haji lainnya.
Di tengah tingginya mobilitas jemaah, pelaksanaan kewajiban dam juga menunjukkan perkembangan signifikan. Pemerintah melaporkan sebanyak 100.268 jemaah telah menunaikan dam melalui berbagai mekanisme yang sesuai dengan pandangan fikih masing-masing.
Sebagian jemaah memilih program penyembelihan resmi di Arab Saudi, sementara lainnya melaksanakan dam di Indonesia atau menggantinya dengan puasa sesuai ketentuan syariat.
Baca Juga: Lebih dari 100 Ribu Jemaah Haji Indonesia 2026 Sudah Tunaikan Dam Jelang Puncak Ibadah di Armuzna
Pemerintah menyebut tata kelola dam pada musim haji tahun ini mendapatkan apresiasi karena dinilai lebih tertib, transparan, dan terdokumentasi dengan baik.
Juru bicara kementerian, Ichsan Marsha, mengatakan pemerintah terus memastikan seluruh layanan haji berjalan optimal bagi jemaah Indonesia.
Layanan yang menjadi perhatian meliputi transportasi, konsumsi, kesehatan, akomodasi, pembinaan ibadah, hingga perlindungan jemaah selama berada di Tanah Suci.
Menurutnya, koordinasi antarpetugas menjadi fokus utama menjelang puncak haji agar seluruh proses ibadah dapat berlangsung aman, tertib, dan nyaman bagi seluruh jemaah Indonesia.***