Internasional
Rahman Abdullah

Transformasi Haji 2026, Saudi Fokus Kelola Jemaah dengan Sistem Teknologi Modern

Transformasi Haji 2026, Saudi Fokus Kelola Jemaah dengan Sistem Teknologi Modern

22 Mei 2026 | 23:34

Keboncinta.com-- Pelaksanaan ibadah haji di Arab Saudi disebut telah memasuki babak baru dengan pemanfaatan teknologi modern sebagai bagian utama dalam pengelolaan jemaah.

Jika sebelumnya penanganan kepadatan lebih banyak dilakukan setelah masalah muncul di lapangan, kini pemerintah Saudi mengedepankan sistem berbasis antisipasi dan analisis data.

Menteri Haji dan Umrah Arab Saudi, Tawfiq Al-Rabiah, menyampaikan bahwa sistem pengelolaan haji mengalami perubahan besar dalam lima dekade terakhir.

Menurutnya, penggunaan teknologi digital, analisis data, dan inovasi operasional kini menjadi fondasi penting dalam mengatur pergerakan jutaan jemaah yang beraktivitas hampir bersamaan di kawasan suci.

Baca Juga: Operasional Haji 2026 Meningkat, Ribuan Jemaah Indonesia Sudah Bersiap di Makkah

Pemerintah Saudi menilai transformasi haji tidak hanya berkaitan dengan pembangunan infrastruktur fisik, tetapi juga perubahan pola pengelolaan dan cara berpikir dalam menjalankan operasional ibadah berskala besar.

Jika sebelumnya pendekatan yang digunakan lebih bersifat reaktif atau menangani masalah setelah terjadi, kini sistem baru memungkinkan pemerintah melakukan pengawasan dan pengelolaan secara lebih terukur sebelum kepadatan muncul.

Pendekatan berbasis teknologi tersebut diyakini mampu meningkatkan efisiensi layanan, mempercepat koordinasi antarlembaga, serta mengurangi potensi penumpukan jemaah di lokasi utama seperti ArafahMuzdalifah, dan Mina.

Di balik operasional haji, pemerintah Saudi juga mengelola ribuan penerbangan internasional, koordinasi lintas kementerian, hingga pengaturan arus manusia dalam salah satu operasi logistik terbesar di dunia.

Baca Juga: Pemerintah Imbau Jemaah Haji Indonesia Waspada Penawaran Dam Tidak Resmi Jelang Puncak Armuzna

Pemerintah Arab Saudi mengklaim transformasi digital tersebut memberikan dampak positif terhadap kenyamanan jemaah selama menjalankan ibadah haji.

Mulai dari layanan transportasi, pengaturan mobilitas massa, sistem kesehatan, hingga dukungan layanan digital kini dirancang agar jemaah dapat lebih fokus menjalankan rangkaian ibadah tanpa terganggu persoalan teknis di lapangan.***

Tags:
Jemaah haji indonesia Internasional haji

Komentar Pengguna