KHAZANAH – Masjidil Haram di Makkah bukan sekadar bangunan besar. Bagi umat Islam, kompleks yang mengelilingi Ka'bah tersebut merupakan tempat paling suci sekaligus pusat pelaksanaan berbagai rangkaian ibadah Haji dan Umrah.
Setiap tahun jutaan umat Islam datang dari berbagai negara untuk melakukan tawaf, salat, sa'i hingga beribadah di sekitar Ka'bah.
Ukuran kompleks yang sangat besar serta proyek perluasan selama beberapa generasi membuat Masjidil Haram juga kerap muncul dalam daftar proyek bangunan termahal di dunia.
Namun, benarkah nilainya mencapai puluhan bahkan ratusan miliar dolar?
Berikut delapan fakta menarik mengenai Masjidil Haram.
Angka biaya Masjidil Haram yang beredar di internet sangat beragam.
Ada yang menyebut US$100 miliar bahkan lebih tinggi. Masalahnya, angka tersebut biasanya mencampurkan pembangunan selama puluhan tahun, perluasan baru, infrastruktur pendukung dan proyeksi proyek masa depan.
Salah satu angka yang memiliki sumber kuat adalah US$26,6 miliar.
Reuters pada 2017 melaporkan Saudi Binladin Group akan melanjutkan pekerjaan pada proyek perluasan Masjidil Haram senilai US$26,6 miliar.
Karena itu, judul yang lebih aman bukan:
“Masjidil Haram pasti bangunan termahal di dunia.”
Melainkan:
“Masjidil Haram sering disebut sebagai salah satu proyek bangunan termahal di dunia.”
Bahkan laporan Business Insider pada Mei 2026 masih memasukkan perluasan Masjidil Haram sebagai salah satu proyek konstruksi dengan biaya paling besar di dunia.
Ukuran Masjidil Haram sekarang sangat berbeda dibanding beberapa dekade lalu.
Saudipedia mencatat luas keseluruhan kompleks Masjidil Haram telah mencapai sekitar 1,5 juta meter persegi setelah berbagai tahap pengembangan dan perluasan.
Dengan skala tersebut, kawasan Masjidil Haram tidak lagi bisa dibayangkan hanya sebagai satu ruang salat besar.
Di dalam kompleks terdapat berbagai lantai, halaman, area tawaf, jalur pergerakan jamaah, ruang pelayanan hingga berbagai fasilitas yang dibutuhkan untuk menangani jumlah pengunjung sangat besar.
Inilah salah satu alasan pembangunan dan pemeliharaan Masjidil Haram membutuhkan infrastruktur dalam skala luar biasa.
Saudipedia memperkirakan kapasitas keseluruhan Masjidil Haram dapat mencapai sekitar 3 juta jamaah, meskipun angka kapasitas dapat berbeda berdasarkan area dan konfigurasi penggunaannya.
Sumber Saudipedia lain yang secara khusus menghitung area salat menyebut kapasitasnya lebih dari 1,7 juta jamaah, termasuk ruang dalam, halaman serta fasilitas ekspansi.
Perbedaan angka tersebut menunjukkan bahwa menghitung kapasitas Masjidil Haram tidak sesederhana menghitung jumlah kursi seperti stadion.
Jamaah tersebar di banyak lantai dan area serta bergerak selama pelaksanaan ibadah seperti tawaf dan sa'i.
Salah satu bagian tersibuk adalah Mataf, area tempat jamaah melakukan tawaf mengelilingi Ka'bah.
Setelah dilakukan perluasan, kapasitas Mataf meningkat secara drastis.
Saudipedia mencatat kapasitasnya mencapai sekitar 107.000 jamaah per jam, lebih dari dua kali lipat kapasitas sebelumnya yang sekitar 50.000 orang per jam.
Sumber lain menyebut sebelum proyek ekspansi besar, Mataf pernah hanya mampu menangani sekitar 30.000 jamaah per jam.
Artinya, pembangunan Masjidil Haram bukan hanya bertujuan menambah luas bangunan.
Desainnya juga harus memperhitungkan arus manusia agar ratusan ribu jamaah dapat bergerak dengan lebih aman.
Masjidil Haram yang terlihat sekarang merupakan hasil pembangunan dan perluasan yang dilakukan berkali-kali.
Dalam era modern Saudi, salah satu tonggak penting terjadi ketika Raja Saud meletakkan batu pertama proyek perluasan pada 5 April 1956.
Perluasan Saudi pertama kemudian menghasilkan kompleks seluas sekitar 160.168 meter persegi, dengan kapasitas lebih dari 300 ribu jamaah pada kondisi normal dan sekitar 400 ribu saat puncak.
Ekspansi kedua kembali memperbesar kompleks. Total luas Masjidil Haram kemudian meningkat menjadi sekitar 366.168 meter persegi.
Kemudian datang ekspansi Saudi ketiga, yang dimulai pada masa Raja Abdullah pada 2011 dan menjadi perluasan terbesar dalam sejarah modern Masjidil Haram.
Jadi, biaya besar yang sering dibicarakan sebenarnya berhubungan dengan proyek pembangunan yang berlangsung dalam banyak tahap, bukan satu gedung yang dibangun sekaligus.
Ka'bah sering digambarkan seperti sebuah kubus sempurna.
Tetapi ukuran sebenarnya menunjukkan panjang keempat sisinya tidak persis sama.
Saudipedia mencatat ukurannya kira-kira:
Dari Hajar Aswad ke Rukun Yamani: 10,18 meter.
Dari Hajar Aswad menuju sudut Syami yang mencakup sisi pintu Ka'bah: 11,68 meter.
Dari sudut Syami menuju sudut Barat: 9,90 meter.
Dari Rukun Yamani menuju sudut Barat: 12,04 meter.
Karena itu, secara geometris bentuk Ka'bah lebih tepat dipahami sebagai struktur empat sisi yang panjangnya sedikit berbeda, bukan kubus matematika dengan seluruh sisi identik.
Namun perbedaan ukuran tersebut tentu tidak mengurangi kedudukan Ka'bah sebagai pusat orientasi salat umat Islam di seluruh dunia.
Salah satu tempat penting dalam kawasan Masjidil Haram adalah Sumur Zamzam.
Lokasinya ternyata sangat dekat dengan Ka'bah.
Saudipedia mencatat sumur tersebut berada di sisi timur Ka'bah dengan jarak sekitar 21 meter.
Saat ini distribusi Zamzam sudah menggunakan sistem modern.
Air disimpan terlebih dahulu pada tangki sekitar 5.000 meter kubik, kemudian melalui proses pemurnian dan sterilisasi sebelum dialirkan menuju tangki yang lebih besar berkapasitas 10.000 meter kubik. Dari sana air didistribusikan ke Masjidil Haram dan fasilitas terkait.
Jadi air Zamzam yang diminum jamaah sekarang didukung jaringan penyimpanan, pengolahan dan distribusi yang jauh lebih modern dibanding masa lalu.
Jamaah yang melakukan tawaf menjadikan posisi Hajar Aswad sebagai penanda awal dan akhir satu putaran tawaf.
Saudipedia mencatat Hajar Aswad ditempatkan pada sudut tenggara Ka'bah.
Tidak jauh dari sana terdapat Multazam, yakni area antara Hajar Aswad dan pintu Ka'bah.
Masjidil Haram sendiri juga memiliki sistem khusus untuk menjaga kebersihan dan keharuman area suci.
Saudipedia mencatat Hajar Aswad dan Multazam diberi wewangian premium hingga lima kali sehari, bersama sejumlah bagian Ka'bah lainnya.
Detail kecil seperti ini memperlihatkan bahwa pengelolaan Masjidil Haram tidak hanya berkaitan dengan pembangunan gedung, tetapi juga pemeliharaan harian dalam skala sangat besar.
Transformasi kawasan Makkah juga belum berhenti.
Pada Oktober 2025, Arab Saudi mengumumkan proyek King Salman Gate di kawasan sekitar Masjidil Haram. Proyek seluas sekitar 12 juta meter persegi tersebut direncanakan menyediakan sekitar 900 ribu tambahan ruang salat indoor dan outdoor.
Proyek tersebut merupakan pengembangan kawasan sekitar Masjidil Haram, sehingga tidak tepat jika seluruh biayanya nanti langsung dianggap sebagai “biaya pembangunan Masjidil Haram”.
Pembedaan tersebut penting karena banyak angka fantastis di internet muncul setelah biaya masjid, kawasan komersial, hotel, jalan, terowongan serta proyek infrastruktur Makkah dicampur menjadi satu.
Jawabannya perlu hati-hati.
Masjidil Haram memang termasuk salah satu proyek konstruksi paling mahal yang pernah dilakukan, terutama jika melihat berbagai tahap ekspansinya. Reuters pernah mendokumentasikan satu proyek perluasan saja senilai US$26,6 miliar.
Namun gelar “bangunan termahal di dunia” bergantung pada cara menghitungnya.
Apakah yang dihitung hanya satu bangunan?
Apakah seluruh renovasi selama puluhan tahun digabungkan?
Apakah infrastruktur pendukung ikut dimasukkan?
Apakah pembangkit listrik, bandara atau proyek industri dianggap sebagai bangunan?
Karena definisinya berbeda-beda, lebih aman menyebut Masjidil Haram sebagai salah satu kompleks keagamaan dan proyek pembangunan termahal serta terbesar di dunia, bukan menetapkan angka fantastis tertentu sebagai fakta mutlak.
Di luar persoalan biaya, hal yang jauh lebih penting adalah fungsi Masjidil Haram.
Kompleks tersebut harus mampu melayani jutaan jamaah dari berbagai negara, menangani arus tawaf hingga lebih dari seratus ribu orang setiap jam, menyediakan air Zamzam, ruang ibadah serta berbagai fasilitas lain yang diperlukan selama Haji dan Umrah.
Itulah yang membuat Masjidil Haram tidak hanya luar biasa dari sisi ukuran dan biaya pembangunan, tetapi juga dari skala pelayanan yang harus berjalan setiap hari.