KHAZANAH – Di tengah jutaan jamaah yang mengelilingi Ka'bah setiap tahun, terdapat satu bagian yang selalu menarik perhatian karena kemegahan sekaligus nilai sejarahnya: pintu Ka'bah.
Pintu berwarna keemasan tersebut terletak di sisi timur Ka'bah dan berada lebih tinggi dari permukaan area tawaf.
Bukan sekadar dilapisi warna emas, sumber resmi Arab Saudi menyebut pintu Ka'bah yang digunakan saat ini dibuat menggunakan emas dengan tingkat kemurnian sangat tinggi.
Panduan resmi Masjidil Haram dari Kementerian Haji dan Umrah Arab Saudi mencatat pintu tersebut memiliki tinggi 318 sentimeter, lebar 171 sentimeter, dan menggunakan sekitar 280 kilogram emas murni.
Saudi Press Agency juga menyebut pintu saat ini dibuat menggunakan sekitar 280 kilogram emas murni 24 karat.
Namun bagaimana pintu bernilai luar biasa tersebut dibuat?
Berikut sejarah dan sejumlah fakta menariknya.
Tidak semua sisi Ka'bah memiliki pintu yang digunakan untuk masuk.
Pintu utama yang terlihat jamaah berada pada sisi timur Ka'bah.
Saudipedia mencatat posisinya sekitar 222 sentimeter di atas permukaan tanah dari Shadharwan, dengan ukuran sekitar 318 sentimeter tinggi, 171 sentimeter lebar, dan kedalaman sekitar setengah meter.
Posisi pintu yang cukup tinggi membuat akses ke dalam Ka'bah memerlukan tangga khusus ketika pintu dibuka.
Di antara pintu tersebut dan Hajar Aswad terdapat area yang dikenal sebagai Multazam.
Ya, angka 280 kg memang disebut dalam sumber resmi Arab Saudi.
Panduan Kementerian Haji dan Umrah menyatakan pintu Ka'bah yang ada saat ini dibuat dari emas murni dengan berat 280 kilogram.
Saudi Press Agency menggunakan keterangan serupa dan menyebut emasnya sebagai 24 karat.
Sementara Saudipedia memberikan rincian sedikit berbeda. Menurut sumber tersebut, sekitar 280 kg emas dengan kemurnian 99,99 persen digunakan dalam pembuatan pintu Ka'bah bersama Bab al-Tawbah, yakni pintu di bagian dalam yang menuju tangga ke atap Ka'bah.
Karena terdapat perbedaan redaksi antarsumber resmi, angka 280 kg paling aman disebut sebagai jumlah emas yang digunakan dalam proyek pintu Ka'bah pada masa Raja Khalid, tanpa membuat klaim tambahan yang tidak tercantum dalam sumber.
Pintu Ka'bah yang dilihat jamaah sekarang bukan pintu yang sudah ada sejak berabad-abad lalu.
Pintu tersebut dibuat pada masa pemerintahan Raja Khalid bin Abdulaziz Al Saud.
Saudipedia mencatat Raja Khalid memerintahkan desain dan pembuatan pintu baru pada 1977 setelah melihat adanya bekas goresan pada pintu sebelumnya ketika berada di Ka'bah.
Pembuatan pintunya membutuhkan waktu sekitar 12 bulan.
Pintu tersebut kemudian dipasang pada 1399 Hijriah atau 1979 Masehi, dan hingga sekarang masih menjadi pintu utama Ka'bah.
Artinya, pada 2026 pintu tersebut telah digunakan selama sekitar 47 tahun.
Perhatian kerajaan Saudi terhadap pintu Ka'bah sebenarnya sudah berlangsung sebelum masa Raja Khalid.
Pada masa Raja Abdulaziz bin Abdulrahman Al Saud, pemerintah memerintahkan pembangunan pintu baru.
Saudipedia mencatat pada 1947, Raja Abdulaziz memerintahkan dibuatnya pintu Ka'bah baru yang dilapisi lembaran perak murni.
Saudi Press Agency menjelaskan versi pintu pada era tersebut menggunakan struktur besi, kayu Jawa, lapisan perak, kemudian diberi lapisan emas dan dihiasi dengan nama-nama Allah.
Pintu inilah yang kemudian digantikan oleh pintu emas baru pada masa Raja Khalid.
Pintu Ka'bah bukan barang produksi biasa.
Untuk membuat pintu baru pada masa Raja Khalid, dibangun bengkel khusus yang memang ditujukan untuk pekerjaan tersebut.
Saudipedia menyebut teknik artistik terbaru pada zamannya digunakan dalam proses pembuatan. Seluruh pekerjaan berlangsung sekitar satu tahun.
Hal ini dapat dipahami karena pintu tidak hanya harus mempunyai kekuatan struktural.
Setiap detail dekorasi, tulisan Arab, ayat Al-Qur'an, mekanisme kunci hingga proporsi ornamen harus disusun secara presisi.
Nilai emas bukan satu-satunya biaya.
Saudipedia mencatat biaya pembuatan pintu Ka'bah dan Bab al-Tawbah mencapai sekitar 13,42 juta riyal Saudi, dan nominal tersebut belum memasukkan harga emas yang digunakan.
Emasnya pada saat itu disediakan melalui Saudi Arabian Monetary Agency, lembaga yang sekarang dikenal sebagai Saudi Central Bank.
Karena itu, menghitung nilainya menggunakan harga emas hari ini lalu menyebutnya sebagai “biaya pembangunan asli” tentu tidak tepat.
Harga material sekarang berbeda jauh dibanding saat pintu dibuat pada akhir 1970-an.
Jika diperhatikan dari dekat, permukaan pintu Ka'bah bukan sekadar bidang emas polos.
Terdapat kaligrafi dan ornamen Islam yang disusun dengan sangat rinci.
Saudipedia mencatat beberapa ayat Al-Qur'an menghiasi pintu tersebut, termasuk ayat yang mengandung pesan mengenai kedamaian, rahmat Allah, doa, serta larangan berputus asa dari ampunan-Nya.
Surat Al-Fatihah juga dituliskan pada bagian dekorasi pintu.
Di beberapa bagian terdapat pula sejumlah nama Allah yang dibuat dalam bentuk ornamen melingkar dan menonjol.
Dengan demikian, nilai pintu tersebut bukan semata-mata berasal dari berat emasnya.
Nilai seni kaligrafi dan kedudukannya sebagai bagian dari Ka'bah menjadi aspek yang jauh lebih penting.
Tidak banyak orang mengetahui bahwa selain pintu utama yang terlihat dari area tawaf, terdapat pintu lain di dalam Ka'bah.
Pintu tersebut dikenal sebagai Bab al-Tawbah atau Pintu Tobat.
Letaknya berada di bagian timur laut interior Ka'bah dan berhubungan dengan tangga yang digunakan untuk menuju atap serta ruang di antara kedua lapisan atap Ka'bah.
Bab al-Tawbah juga dibuat pada proyek yang berkaitan dengan pintu emas pada masa Raja Khalid.
Inilah sebabnya Saudipedia menghubungkan jumlah 280 kg emas dengan pintu utama dan Bab al-Tawbah.
Pintu tentu tidak dapat dipisahkan dari kuncinya.
Saudipedia mencatat kunci dan sistem pengunci Ka'bah telah mengalami perubahan berulang kali mengikuti berbagai periode kekuasaan.
Salah satu kunci tertua yang diketahui berasal dari sekitar abad ke-8 atau ke-9 dan terbuat dari kayu dengan ornamen logam.
Kunci yang digunakan pada era Saudi dibuat ketika Raja Khalid memerintahkan pembuatan pintu baru.
Kunci tersebut memiliki panjang sekitar 40 sentimeter, sedangkan sistem penguncinya memiliki bentuk panjang berbentuk heksagonal.
Kunci Ka'bah tidak diberikan kepada sembarang orang.
Pengurusan pembukaan dan penutupan Ka'bah dikenal sebagai Sadanah atau Hijabah.
Situs resmi Otoritas Masjidil Haram menjelaskan pemegang tugas tersebut bertanggung jawab terhadap berbagai urusan Ka'bah, termasuk membuka dan menutup pintunya serta mengawasi kegiatan pembersihan bagian dalam.
Tradisi penjagaan tersebut memiliki sejarah sangat panjang.
Saudipedia mencatat saat penaklukan Makkah, Nabi Muhammad SAW meminta kunci Ka'bah dari Utsman bin Talhah, membuka Ka'bah, lalu tanggung jawab penjagaannya tetap terkait dengan garis keluarga yang menjalankan amanah tersebut.
Jadi pintu Ka'bah memiliki dimensi sejarah yang jauh melampaui material emasnya.
Meskipun jutaan jamaah dapat berada sangat dekat dengan Ka'bah, pintunya tidak dibuka untuk masyarakat umum seperti pintu masjid biasa.
Otoritas Masjidil Haram menjelaskan penjagaan akses merupakan salah satu tugas khusus pemegang Sadanah.
Saudipedia juga mencatat pembukaan Ka'bah antara lain berkaitan dengan kegiatan tertentu seperti pembersihan bagian dalam serta pada sejumlah kesempatan khusus.
Karena itu, sebagian besar jamaah Haji dan Umrah tidak memasuki bagian dalam Ka'bah.
Ibadah tawaf dilakukan mengelilingi Ka'bah, bukan dengan masuk ke dalam bangunan tersebut.
Bagian antara pintu Ka'bah dan Hajar Aswad disebut Multazam.
Panduan resmi Kementerian Haji dan Umrah menempatkan Multazam pada bagian dinding timur antara pintu dan Hajar Aswad.
Lokasinya membuat pintu Ka'bah menjadi bagian yang sangat mudah dikenali jamaah ketika melakukan tawaf.
Namun otoritas juga selalu menekankan keselamatan jamaah. Dalam panduan Hajar Aswad, misalnya, jamaah diingatkan tidak berdesakan hingga menyebabkan bahaya bagi diri sendiri ataupun orang lain.
Prinsip yang sama penting diterapkan ketika berada di area padat di sekitar Ka'bah.
Secara umum, klaim penggunaan sekitar 280 kilogram emas memiliki dasar dari sumber resmi Arab Saudi.
Kementerian Haji dan Umrah menyebut pintu Ka'bah saat ini dibuat dari emas murni seberat 280 kg, sedangkan Saudi Press Agency menyebutnya sebagai emas murni 24 karat.
Namun Saudipedia memberikan keterangan yang lebih spesifik bahwa sekitar 280 kg emas berkadar 99,99 persen digunakan untuk pintu utama dan Bab al-Tawbah.
Karena itu, tidak perlu menambahkan klaim fantastis yang tidak terverifikasi.
Fakta resminya saja sudah luar biasa.
Pintu yang mulai dibuat atas perintah Raja Khalid pada 1977 tersebut membutuhkan waktu sekitar 12 bulan, dipasang pada 1979, dihiasi ayat-ayat Al-Qur'an dan Asma Allah, serta tetap digunakan hingga sekarang.
Lebih dari sekadar benda yang dibuat dari logam berharga, pintu Ka'bah merupakan bagian dari perjalanan panjang pemeliharaan Baitullah, tempat yang menjadi arah kiblat umat Islam di seluruh dunia.