BEASISWA – Ada kabar penting bagi mahasiswa dan lulusan Indonesia yang sedang mempersiapkan pendaftaran beasiswa DAAD (German Academic Exchange Service) untuk melanjutkan pendidikan di Jerman.
Persyaratan sertifikat bahasa menjadi salah satu bagian yang wajib diperhatikan calon pelamar. Dalam ketentuan DAAD terbaru, bukti kemampuan bahasa yang digunakan ketika mengajukan beasiswa sebaiknya tidak berusia lebih dari tiga tahun pada saat pendaftaran.
Ketentuan tersebut dapat memberikan kelonggaran bagi pelamar yang sudah pernah mengikuti tes bahasa beberapa tahun sebelumnya dan masih memiliki sertifikat yang memenuhi batas usia tersebut.
Namun jangan langsung menganggap semua sertifikat otomatis dapat digunakan.
DAAD menegaskan bahwa jenis bukti bahasa yang harus diserahkan tetap harus diperiksa melalui bagian Application Procedure pada masing-masing program beasiswa.
Dalam informasi resmi untuk pelamar beasiswa, DAAD menyebut peserta harus memberikan bukti kemampuan terkini dalam bahasa pengantar program studi yang dipilih, baik bahasa Jerman, bahasa Inggris maupun keduanya.
DAAD kemudian memberikan ketentuan bahwa sertifikat bahasa sebaiknya tidak lebih tua dari tiga tahun ketika aplikasi diajukan.
Hal ini penting karena sebagian calon pelamar mungkin sebelumnya mengira harus selalu mengikuti tes bahasa baru.
Sebagai contoh, seseorang yang sudah memiliki IELTS, TOEFL atau bukti bahasa lain dari kurang dari tiga tahun sebelumnya berpotensi masih dapat menggunakannya untuk aplikasi beasiswa DAAD, sepanjang sertifikat tersebut termasuk yang diterima oleh program yang dituju.
DAAD mencantumkan sejumlah contoh bukti kemampuan bahasa Inggris yang dapat diterima secara umum.
Beberapa di antaranya adalah:
Meski daftar tersebut cukup luas, pelamar tetap harus membaca ketentuan program beasiswa dan universitas tujuan.
Misalnya, sebuah program Master dapat menetapkan IELTS minimal 6,5, sementara program lainnya mungkin mempunyai persyaratan berbeda.
Jadi, diterima sebagai jenis sertifikat belum tentu berarti skor yang dimiliki sudah memenuhi syarat.
Untuk kemampuan bahasa Jerman, DAAD juga mencantumkan sejumlah sertifikat yang pada umumnya dapat digunakan.
Di antaranya:
Bagi program yang menggunakan bahasa Jerman sebagai bahasa pengantar, tingkat kemampuan yang dipersyaratkan bisa cukup tinggi.
Sebagai contoh, pada program DAAD EPOS yang perkuliahannya menggunakan bahasa Jerman, pelamar harus sudah memiliki kemampuan minimal B1 ketika mendaftar, sedangkan sebelum memulai perkuliahan diperlukan kelulusan DSH 2 atau TestDaF 4.
Karena itu, jangan menyamakan persyaratan seluruh beasiswa DAAD.
DAAD juga memberikan pengecualian dalam kondisi tertentu.
Bukti kemampuan bahasa Inggris tidak diwajibkan oleh DAAD bagi pelamar dari:
Australia, Kanada kecuali Quebec, Irlandia, Selandia Baru, Singapura, Inggris dan Amerika Serikat.
Pengecualian juga dapat berlaku apabila pelamar menyelesaikan seluruh gelar Bachelor menggunakan bahasa Inggris di salah satu negara tersebut dan gelarnya diperoleh tidak lebih dari tiga tahun sebelumnya.
Namun bagi pelamar dari Indonesia, jangan langsung menganggap surat bahwa kuliah sebelumnya menggunakan bahasa Inggris otomatis menggantikan IELTS atau TOEFL.
Tetap periksa aturan program yang ingin dilamar.
Ketentuan serupa tersedia untuk bahasa Jerman.
DAAD tidak meminta bukti kemampuan bahasa Jerman bagi pelamar dari Austria dan wilayah berbahasa Jerman di Swiss.
Pengecualian juga berlaku apabila seseorang menyelesaikan Bachelor sepenuhnya menggunakan bahasa Jerman di Austria, wilayah berbahasa Jerman di Swiss atau Jerman dan gelarnya diperoleh maksimal tiga tahun sebelumnya.
Ada ketentuan khusus yang menarik bagi pemegang German Language Diploma II atau DSD II.
Jika DSD II diperoleh lebih dari tiga tahun sebelumnya, DAAD menyebut pelamar dapat memberikan bukti kemampuan bahasa terkini melalui placement test sederhana, termasuk tes daring gratis.
Jadi, sertifikat lama dalam kondisi tersebut tidak selalu berarti pelamar harus langsung mengikuti ujian sertifikasi besar dari awal.
Ini bagian yang cukup mudah terlewat.
Pada Study Scholarships – Master Studies for All Academic Disciplines, DAAD menyebut apabila bahasa pengantar program bukan bahasa Jerman, pelamar tetap diminta mengunggah bukti kemampuan bahasa Jerman sebagai tambahan dari sertifikat bahasa pengantar.
Namun bagaimana jika calon pelamar sama sekali belum bisa bahasa Jerman?
Pada program tersebut, apabila kemampuan bahasa Jerman masih di bawah A1, pelamar dapat menyerahkan pernyataan informal sebagai pengganti sertifikat bahasa Jerman. DAAD bahkan menyediakan template untuk pernyataan tersebut.
Hal ini sekaligus menunjukkan mengapa membaca detail program sangat penting.
Persyaratan satu skema DAAD tidak boleh langsung diterapkan ke semua skema beasiswa DAAD.
Ini menjadi bagian terpenting yang harus dipahami calon pelamar.
Misalnya sertifikat IELTS berusia 2 tahun 8 bulan masih berada dalam batas tiga tahun yang disebut DAAD untuk aplikasi beasiswa.
Belum tentu universitas tujuan menerima sertifikat tersebut.
DAAD secara eksplisit mengingatkan bahwa universitas di Jerman dapat menentukan sendiri sertifikat bahasa yang diterima dan tingkat kemampuan yang dipersyaratkan. Pelamar harus memeriksa website program studi tujuan secara terpisah.
Dengan kata lain, ada dua hal yang perlu dicek:
Persyaratan beasiswa DAAD → persyaratan penerimaan universitas.
Keduanya harus terpenuhi.
Pelamar juga tidak sebaiknya langsung mengikuti IELTS atau TOEFL sebelum mengetahui program yang akan dituju.
Langkah yang lebih aman adalah menentukan terlebih dahulu:
Program beasiswa → universitas → program studi → bahasa pengantar → jenis sertifikat → skor minimum → batas usia sertifikat.
Setelah itu baru menentukan tes bahasa yang paling sesuai.
Cara ini dapat menghindarkan calon pelamar dari mengeluarkan biaya tes tetapi ternyata sertifikat atau skor yang diperoleh tidak memenuhi persyaratan program tujuan.
DAAD bukan hanya satu jenis beasiswa.
Untuk pelamar dari Indonesia tersedia berbagai skema, termasuk Study Scholarships, EPOS, Helmut-Schmidt Programme, Research Grants, dan sejumlah program lainnya. Masing-masing mempunyai sasaran, persyaratan serta prosedur yang dapat berbeda.
Contohnya pada Helmut-Schmidt Programme, aturan resmi 2026 menyebut persyaratan kemampuan bahasa dan sertifikat yang diperlukan berbeda berdasarkan program Master yang dipilih.
Sedangkan EPOS juga meminta pelamar mengikuti persyaratan bahasa dari masing-masing program pascasarjana.
Bagi yang berencana mendaftar DAAD, jangan hanya melihat apakah sertifikat IELTS atau TOEFL masih berada dalam batas tiga tahun.
Pastikan juga:
Aturan sertifikat hingga tiga tahun memang memberikan fleksibilitas lebih besar bagi pelamar. Namun aturan tersebut bukan berarti semua IELTS, TOEFL atau sertifikat bahasa lama otomatis diterima untuk seluruh program DAAD.
Karena setiap program dapat mempunyai ketentuan berbeda, membaca persyaratan resmi tetap menjadi langkah terpenting sebelum mengirim aplikasi.