Sejarah
Tegar Bagus Pribadi

Mengenal Budi Utomo dan Awal Kebangkitan Nasional

Mengenal Budi Utomo dan Awal Kebangkitan Nasional

18 September 2026 | 08:19

keboncinta.com--  Lahirnya organisasi Budi Utomo pada tanggal 20 Mei 1908 sering kali dianggap sebagai tonggak sejarah penting yang menandai dimulainya era Kebangkitan Nasional di Indonesia. Pada masa itu, kesadaran kebangsaan mulai tumbuh di kalangan kaum terpelajar pribumi, khususnya para siswa sekolah kedokteran bumiputera di Batavia, yang dikenal sebagai STOVIA. Mereka menyadari bahwa perlawanan terhadap penjajahan Belanda tidak lagi efektif jika dilakukan secara sporadis dan terpecah-belah berdasarkan kedaerahan masing-masing. Oleh karena itu, diperlukan sebuah wadah perjuangan modern yang terorganisir dengan fokus utama pada peningkatan martabat bangsa melalui jalur pendidikan, kebudayaan, dan pengajaran ilmu pengetahuan.

Organisasi Budi Utomo didirikan atas prakarsa Dr. Soetomo bersama rekan-rekan seperjuangannya, dengan dukungan penuh dari dr. Wahidin Soedirohoesodo yang sebelumnya aktif berkeliling pulau Jawa untuk menggalang dana pendidikan bagi anak-anak pribumi yang kurang mampu namun memiliki kecerdasan tinggi. Berbeda dengan pergerakan sebelumnya yang bersifat militeristik atau keagamaan tradisional, Budi Utomo hadir sebagai organisasi modern dengan anggaran dasar yang jelas, struktur kepengurusan yang teratur, serta visi jangka panjang untuk memajukan bangsa. Meskipun pada awal pendiriannya ruang gerak organisasi ini masih terbatas pada wilayah Jawa dan Madura serta kalangan priyayi terpelajar, semangat persatuan yang dibawanya berhasil mengubah cara pandang masyarakat nusantara terhadap arti penting sebuah organisasi sosial.

Sebagai contoh nyata dari pergeseran strategi perjuangan ini, Budi Utomo tidak mengangkat senjata atau melakukan pemberontakan fisik, melainkan mendirikan berbagai sekolah mandiri, menyelenggarakan kursus keterampilan, serta memperjuangkan hak-hak pendidikan bagi rakyat bumiputera agar mampu bersaing dengan bangsa asing. Contoh konkret lainnya terlihat dari penyelenggaraan Kongres pertama Budi Utomo di Yogyakarta pada bulan Oktober 1908, yang berhasil menyatukan berbagai pendapat dari kaum cendekiawan untuk merumuskan langkah strategis dalam memajukan kebudayaan dan pengajaran di Hindia Belanda. Kongres ini membuktikan bahwa kaum pribumi mampu berorganisasi secara modern, demokratis, dan memiliki visi ke depan untuk melepaskan diri dari belenggu kebodohan akibat sistem kolonial.

Meskipun dalam perjalanannya Budi Utomo sempat menghadapi berbagai tantangan internal, perbedaan pendapat, serta pergeseran orientasi politik, peran historisnya dalam membakar semangat nasionalisme tidak dapat diabaikan begitu saja. Kehadiran organisasi ini telah membuka jalan bagi lahirnya berbagai pergerakan nasional lainnya yang lebih radikal dan inklusif, seperti Sarekat Islam, Indische Partij, hingga perhimpunan pemuda yang kemudian mengikrarkan Sumpah Pemuda pada tahun 1928. Tanggal berdirinya Budi Utomo, yakni 20 Mei, kemudian diabadikan secara resmi oleh pemerintah Republik Indonesia sebagai Hari Kebangkitan Nasional, sebagai bentuk penghormatan atas kesadaran kolektif pertama bangsa Indonesia dalam membangun persatuan menuju gerbang kemerdekaan.

Tags:
Sejarah Sejarah Indonesia Budi Utomo

Komentar Pengguna