Berikut ini Cara Bijak Mengajarkan Puasa kepada Anak agar Tumbuh Cinta Ibadah Sejak Dini

Berikut ini Cara Bijak Mengajarkan Puasa kepada Anak agar Tumbuh Cinta Ibadah Sejak Dini

19 Februari 2026 | 14:23

Keboncinta.com-- Mengajarkan puasa kepada anak bukan sekadar melatih mereka menahan lapar dan haus, tetapi juga menanamkan nilai kesabaran, kejujuran, serta kedisiplinan sejak usia dini.

Proses ini perlu dilakukan secara bertahap dan penuh pendekatan kasih sayang agar anak memahami makna puasa sebagai ibadah yang menyenangkan, bukan paksaan yang memberatkan.

Langkah awal yang penting adalah memperkenalkan konsep puasa sesuai dengan usia dan kemampuan anak.

Orang tua dapat memulai dengan menjelaskan secara sederhana tentang arti puasa, tujuan menjalankannya, serta manfaatnya bagi diri sendiri.

Baca Juga: Dari Musuh Rasul Menjadi Pahlawan Islam: Jejak Legendaris Khalid bin Walid Sang Pedang Allah

Bahasa yang ringan dan contoh dalam kehidupan sehari-hari akan membantu anak lebih mudah memahami tanpa merasa tertekan.

Pada tahap awal, anak tidak perlu langsung berpuasa penuh dari subuh hingga magrib. Orang tua bisa melatihnya dengan puasa setengah hari atau menahan makan dan minum dalam durasi tertentu.

Pendekatan ini membuat anak merasa mampu dan percaya diri, sehingga semangat berpuasanya tumbuh secara alami seiring bertambahnya usia.

Memberikan contoh nyata juga menjadi kunci utama. Anak cenderung meniru apa yang dilihat, bukan hanya apa yang didengar.

Ketika orang tua menjalankan puasa dengan sikap sabar, ceria, dan tetap beraktivitas secara positif, anak akan menangkap bahwa puasa bukanlah beban, melainkan bagian dari rutinitas yang penuh nilai kebaikan.

 Baca Juga: Isu Rekrutmen CPNS 2026 Ramai Beredar, Badan Kepegawaian Negara Pastikan Seleksi Tunggu Dua Syarat Utama Sebelum Diumumkan

Selain itu, suasana sahur dan berbuka dapat dijadikan momen edukatif sekaligus menyenangkan. Libatkan anak dalam persiapan sahur atau menu berbuka sederhana agar mereka merasa menjadi bagian dari proses.

Cerita ringan tentang kisah-kisah inspiratif, doa bersama, dan pujian atas usaha anak akan menambah motivasi mereka untuk terus belajar berpuasa.

Hal yang tidak kalah penting adalah menghindari sikap memaksa atau membandingkan anak dengan teman sebayanya.

Setiap anak memiliki kemampuan fisik dan kesiapan mental yang berbeda. Jika anak belum mampu menyelesaikan puasanya, orang tua sebaiknya tetap memberikan apresiasi atas usaha yang telah dilakukan, bukan menegur dengan keras.

Melalui pendekatan yang lembut, konsisten, dan penuh keteladanan, puasa dapat dikenalkan sebagai ibadah yang membangun karakter.

Baca Juga: Jangan Berhenti di Input Awal! Ini Cara Menyelesaikan Pengiriman SKP Hingga Benar Benar Muncul di My ASN

Anak tidak hanya belajar menahan diri, tetapi juga memahami nilai empati, rasa syukur, dan kepedulian terhadap sesama.

Dengan cara inilah, puasa akan tertanam sebagai kebiasaan baik yang dijalani dengan hati gembira hingga dewasa kelak.***

Tags:
Pola Asuh Anak Parenting Puasa Ramadhan

Komentar Pengguna