Zodiak
Admin

Hukum Mempercayai Zodiak Menurut Islam: Sekadar Hiburan atau Masalah Akidah?

Hukum Mempercayai Zodiak Menurut Islam: Sekadar Hiburan atau Masalah Akidah?

14 Februari 2026 | 11:19

Keboncinta.com-- Zodiak kini ada di mana-mana. Dari media sosial, aplikasi harian, sampai obrolan santai, ramalan zodiak sering dijadikan bahan candaan: soal jodoh, karier, bahkan sifat seseorang. Tapi muncul pertanyaan penting, terutama bagi umat Islam: bagaimana sebenarnya hukum mempercayai zodiak menurut Islam?

Apakah sekadar membaca itu boleh? Atau justru ada batas yang tidak boleh dilanggar?

Apa Itu Zodiak dan Ramalan Bintang?

Zodiak berasal dari astrologi, yaitu sistem kepercayaan yang mengaitkan posisi benda langit dengan nasib dan karakter manusia. Astrologi berbeda dengan astronomi. Astronomi adalah ilmu sains yang mempelajari benda langit secara ilmiah, sementara astrologi bersifat ramalan dan keyakinan.

Di sinilah titik persoalan mulai muncul dalam pandangan Islam.

Islam Melarang Percaya pada Ramalan

Dalam Islam, urusan nasib, rezeki, dan masa depan adalah hak mutlak Allah SWT. Tidak ada makhluk, termasuk bintang dan planet, yang memiliki kuasa menentukan hidup manusia.

Rasulullah SAW secara tegas melarang umatnya mempercayai ramalan, baik dari dukun, peramal, maupun bentuk lain yang mengklaim mengetahui hal gaib. Ramalan zodiak masuk dalam kategori ini karena mengklaim mengetahui masa depan berdasarkan tanda-tanda tertentu.

Membaca Zodiak: Boleh atau Tidak?

Di sinilah sering terjadi kebingungan. Para ulama umumnya membedakan antara:

• Membaca zodiak sebagai hiburan, tanpa meyakini kebenarannya

• Mempercayai zodiak sebagai penentu nasib atau kepribadian

Jika sekadar membaca untuk hiburan, tanpa diyakini dan tanpa dijadikan pedoman hidup, sebagian ulama masih memberi toleransi, meski tetap menganjurkan untuk menjauhinya. Namun jika percaya dan menggantungkan keputusan hidup pada zodiak, maka hukumnya jelas: haram, karena bertentangan dengan akidah Islam.

Mengapa Bisa Berbahaya bagi Akidah?

Percaya zodiak perlahan bisa menggeser keyakinan. Tanpa sadar, seseorang bisa mulai berpikir:

• “Aku begini karena zodiakku”

• “Hari ini sial karena ramalan bilang begitu”

• “Aku tidak cocok dengan dia karena bintang kami tidak sejalan”

Jika sudah sampai tahap ini, zodiak bukan lagi hiburan, tapi keyakinan alternatif selain Allah 

Islam Mengajarkan Ikhtiar dan Tawakal

Islam mengajarkan keseimbangan antara usaha dan tawakal. Kita dianjurkan untuk berikhtiar, berdoa, dan menyerahkan hasilnya kepada Allah. Masa depan tidak ditentukan oleh tanggal lahir, tetapi oleh usaha, doa, dan kehendak Allah SWT.

Mengaitkan nasib dengan zodiak justru bertentangan dengan semangat ini.

Mengapa Zodiak Terasa “Relate”?

Banyak orang merasa zodiak itu “kena banget”. Secara psikologis, ini dikenal sebagai efek Barnum pernyataan umum yang terasa personal karena manusia cenderung mengaitkannya dengan dirinya sendiri.

Artinya, rasa cocok itu bukan bukti kebenaran zodiak, melainkan cara kerja pikiran manusia.

Sikap Bijak Seorang Muslim

Dalam menghadapi tren zodiak, sikap paling aman bagi seorang Muslim adalah:

• Tidak mempercayainya

• Tidak menjadikannya pedoman hidup

• Lebih memilih doa, ikhtiar, dan nasihat yang berbasis nilai Islam

Menjauh bukan karena takut berlebihan, tetapi karena menjaga kemurnian iman.

Antara Tren dan Keyakinan

Zodiak mungkin terlihat ringan dan seru, tapi dalam Islam, iman adalah perkara serius. Apa yang kita percaya akan memengaruhi cara kita memandang hidup.

Tags:
Ramalan Zodiak Penganut zodiak Apa itu zodiak?

Komentar Pengguna