Keboncinta.com-- Menjelang berakhirnya pendaftaran SNBP pada 18 Februari 2026, sejumlah calon mahasiswa mengaku gelisah karena informasi resmi mengenai daya tampung program studi di berbagai perguruan tinggi negeri belum tersedia di portal pendaftaran.
Padahal, data tersebut menjadi salah satu pertimbangan utama dalam menentukan pilihan jurusan.
Daya tampung sendiri merupakan jumlah kursi yang disediakan setiap program studi melalui jalur SNBP. Informasi ini biasanya ditampilkan di portal resmi SNPMB dan digunakan peserta untuk memperkirakan tingkat persaingan di prodi yang diminati.
Semakin kecil daya tampung dan semakin tinggi peminat, maka peluang masuk tentu semakin kompetitif.
Namun hingga tujuh hari sebelum penutupan pendaftaran, kolom “Daya Tampung Program Studi SNBP 2026” di laman resmi masih menampilkan keterangan bahwa data akan diumumkan kemudian.
Kondisi ini menimbulkan tanda tanya di kalangan siswa karena mereka harus segera menetapkan pilihan program studi tanpa gambaran kuota terbaru.
Sebagai langkah antisipasi, peserta disarankan melihat data daya tampung tahun sebelumnya, seperti SNBP 2025.
Data historis tersebut memang bukan angka resmi untuk tahun berjalan, tetapi setidaknya dapat memberikan gambaran pola kuota dan tingkat persaingan di masing-masing program studi.
Informasi tersebut dapat diakses melalui menu daya tampung pada portal resmi SNPMB.
Selain itu, peserta diimbau untuk terus memantau pengumuman resmi karena publikasi daya tampung kemungkinan dilakukan secara bertahap setelah proses verifikasi internal panitia selesai.
Dalam beberapa tahun terakhir, pengumuman kuota memang kerap dirilis mendekati masa pendaftaran atau setelah tahapan administrasi tertentu rampung, sehingga keterlambatan masih dianggap bagian dari proses teknis.
Meski data daya tampung belum tersedia sepenuhnya, siswa tetap dapat melanjutkan proses pendaftaran sesuai jadwal.
Pengisian pilihan program studi, nilai rapor, serta data prestasi akademik tetap harus diselesaikan sebelum batas waktu berakhir.
Jalur SNBP menitikberatkan pada rekam jejak akademik yang tercatat dalam PDSS serta capaian prestasi lainnya sebagai komponen utama penilaian.
Baca Juga: Pemerintah Siapkan Skema THR untuk ASN SPPG, Regulasi Resmi Segera Diterbitkan
Dengan waktu pendaftaran yang semakin sempit, calon mahasiswa di seluruh Indonesia diingatkan untuk tidak menunda pengisian formulir dan memastikan seluruh dokumen telah lengkap agar terhindar dari kendala administratif.
Selain menyusun strategi yang matang untuk SNBP, peserta juga dapat menyiapkan opsi cadangan melalui jalur SNBT maupun seleksi mandiri jika peluang di pilihan utama dirasa kurang optimal.
Ketidakpastian mengenai daya tampung memang memicu kekhawatiran, tetapi persiapan yang terencana dan pemantauan informasi resmi secara berkala tetap menjadi kunci menghadapi proses seleksi masuk perguruan tinggi negeri tahun ini.***