Info ASN
Rahman Abdullah

Peserta SKT KOPDES Merah Putih 2026 Banyak Mundur, Apa Penyebabnya?

Peserta SKT KOPDES Merah Putih 2026 Banyak Mundur, Apa Penyebabnya?

23 Mei 2026 | 11:26

Keboncinta.com-- Pelaksanaan Seleksi Kompetensi Tambahan (SKT) KOPDES Merah Putih 2026 kini memasuki tahap krusial yang menjadi penentu akhir bagi ribuan peserta. Namun di tengah proses seleksi, muncul kabar mengejutkan karena sejumlah peserta dikabarkan memilih mengundurkan diri sebelum ujian berlangsung.

Padahal, program KOPDES Merah Putih 2026 sebelumnya mendapat perhatian besar karena membuka peluang kerja bagi sekitar 30 ribu orang untuk mengisi posisi manajerial di koperasi desa di berbagai wilayah Indonesia.

Lowongan ini terbuka bagi lulusan D3 hingga S1 dari berbagai jurusan, dengan skema kerja kontrak selama dua tahun yang menarik minat banyak pencari kerja.

Baca Juga: Jelang Armuzna, Menteri Haji Sidak Arafah! Dari Toilet, Klinik sampai Kasur Jemaah Dicek Satu per Satu

Lolos Seleksi Awal, Tapi Mundur Sebelum SKT

Sebelumnya, tahapan seleksi kompetensi telah berlangsung pada 3–12 Mei 2026. Dari proses tersebut, sekitar 100 ribu peserta disebut berhasil melewati nilai ambang batas dan melaju ke tahap akhir, yakni SKT.

Namun, menjelang pelaksanaan ujian tambahan tersebut, sebagian peserta justru memutuskan tidak melanjutkan proses seleksi.

Informasi yang ramai diperbincangkan di media sosial menyebutkan bahwa beberapa peserta merasa kesulitan mengikuti ujian karena jadwal dan lokasi tes diinformasikan terlalu mendadak.

Bahkan, ada peserta yang mengaku baru menerima informasi lokasi ujian pada H-1 atau hanya beberapa jam sebelum tes dimulai.

Baca Juga: Menhaj Turun Tangan Cek Arafah! Rendang untuk Jemaah Haji Dicek Langsung, Toilet Jadi Sorotan Besar

Lokasi Jauh dan Biaya Perjalanan Jadi Kendala

Kondisi tersebut dinilai cukup menyulitkan, khususnya bagi peserta yang tinggal jauh dari lokasi pelaksanaan ujian.

Sebagian peserta mengaku membutuhkan waktu lebih panjang untuk mengatur perjalanan, menyiapkan biaya transportasi, hingga mencari akomodasi apabila lokasi tes berada di luar kota atau provinsi.

Bagi peserta dari daerah yang harus melakukan perjalanan lintas wilayah, pemberitahuan mendadak menjadi tantangan besar. Tidak sedikit yang akhirnya memilih mengundurkan diri karena mempertimbangkan faktor biaya serta keterbatasan persiapan.

Akibat keputusan tersebut, sejumlah peserta dinyatakan gugur sebelum mengikuti tahap SKT meskipun sebelumnya berhasil lolos seleksi kompetensi.

Baca Juga: Tak Semua Guru Honorer Masuk Penataan? Pemerintah Ungkap Hanya 237 Ribu yang Diproses

SKT Tetap Berjalan Sesuai Jadwal

Meski ada peserta yang mundur, pelaksanaan SKT KOPDES Merah Putih 2026 tetap berlangsung sesuai agenda pada 20–30 Mei 2026.

Ribuan peserta lainnya masih menjalani tahapan akhir ini sebagai penentu kelulusan untuk menjadi bagian dari program koperasi desa tersebut.

Situasi ini sekaligus memicu diskusi di kalangan peserta mengenai pentingnya kepastian jadwal seleksi yang diumumkan lebih awal, terutama untuk rekrutmen skala nasional dengan peserta yang tersebar di berbagai daerah.***

Tags:
berita nasional Info ASN

Komentar Pengguna