KEBONCINTA.COM – Olimpiade Madrasah Indonesia (OMI) 2026 menjadi salah satu ajang kompetisi pendidikan yang menarik perhatian ribuan siswa madrasah di Sulawesi Tengah.
Sebanyak 3.910 peserta mengikuti seleksi OMI tingkat kabupaten dan kota yang dilaksanakan secara serentak di 88 titik lokasi di wilayah Sulawesi Tengah.
Kompetisi diikuti peserta dari berbagai jenjang madrasah, mulai dari Madrasah Ibtidaiyah (MI), Madrasah Tsanawiyah (MTs), hingga Madrasah Aliyah (MA).
Pelaksanaan kompetisi dibagi berdasarkan jenjang pendidikan. Peserta MA mengikuti kompetisi pada 7 September, kemudian MTs pada 8 September, dan MI pada 9 September 2026.
Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Sulawesi Tengah sebelumnya memastikan persiapan di berbagai kabupaten dan kota telah dilakukan, termasuk memastikan kesiapan komputer, jaringan internet, listrik, serta petugas yang mendampingi proses kompetisi.
OMI bukan sekadar kompetisi untuk mencari siswa yang memperoleh nilai tertinggi.
Kementerian Agama juga menjadikan ajang tersebut sebagai sarana membangun budaya akademik, meningkatkan kualitas pembelajaran, serta mendorong madrasah agar mampu menghasilkan siswa berprestasi dan memiliki karakter yang kuat.
Peserta terbaik dari seleksi kabupaten dan kota nantinya berhak melanjutkan kompetisi ke tingkat Provinsi Sulawesi Tengah.
Berdasarkan jadwal yang diumumkan Kemenag, hasil seleksi tingkat kabupaten dan kota dijadwalkan diumumkan pada Sabtu, 12 September 2026.
Peserta yang dinyatakan lolos selanjutnya akan mempersiapkan diri menghadapi OMI tingkat Provinsi Sulawesi Tengah yang direncanakan berlangsung pada 5 hingga 9 Oktober 2026.
Kompetisi tersebut menjadi kesempatan bagi siswa untuk mengembangkan kemampuan akademik sekaligus memperoleh pengalaman berkompetisi dengan peserta dari sekolah dan madrasah lainnya.
Bagi madrasah, prestasi siswa juga dapat menjadi salah satu indikator keberhasilan proses pembinaan akademik yang dilakukan guru di sekolah.
Dengan jumlah peserta mencapai hampir empat ribu siswa, antusiasme terhadap OMI 2026 menunjukkan bahwa kompetisi akademik masih menjadi ruang penting untuk menemukan serta mengembangkan talenta siswa madrasah di berbagai daerah.