KEBONCINTA.COM – Perkembangan kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI) yang semakin dekat dengan kehidupan pelajar membuat literasi digital menjadi semakin penting.
Polres Tasikmalaya, Jawa Barat, turun langsung ke lingkungan sekolah untuk memberikan edukasi kepada siswa mengenai penggunaan AI secara cerdas, aman, etis, dan bertanggung jawab.
Salah satu kegiatan dilaksanakan melalui Sosialisasi Training of Trainer (TOT) Paham AI di SMKN 1 Puspahiang, Kabupaten Tasikmalaya.
Dalam kegiatan tersebut, siswa tidak hanya diperkenalkan dengan manfaat teknologi kecerdasan buatan, tetapi juga berbagai risiko yang dapat muncul apabila AI digunakan tanpa pemahaman yang cukup.
AI saat ini dapat membantu pelajar mencari referensi, mengembangkan ide, membuat tulisan, hingga menghasilkan berbagai karya digital.
Namun kemudahan tersebut tidak boleh membuat siswa terlalu bergantung pada teknologi dan meninggalkan kemampuan berpikir secara mandiri.
Pelajar juga diingatkan agar tidak langsung mempercayai setiap informasi yang dihasilkan sistem AI.
Informasi yang diperoleh tetap perlu diperiksa kembali dan dibandingkan dengan sumber lain yang dapat dipercaya karena teknologi AI masih dapat menghasilkan informasi yang keliru.
Selain itu, siswa mendapatkan pemahaman mengenai keamanan data pribadi dan persoalan hak cipta ketika menggunakan berbagai platform digital.
Kepala Seksi Humas Polres Tasikmalaya Aipda Triana Anggasari menjelaskan edukasi diberikan agar siswa mampu mengikuti perkembangan teknologi sekaligus mengetahui bagaimana menggunakannya secara aman dan bertanggung jawab.
Literasi AI dinilai semakin dibutuhkan karena teknologi tersebut akan semakin banyak digunakan dalam pendidikan maupun dunia kerja.
Sekolah karena itu memiliki peran penting dalam membimbing peserta didik agar teknologi digunakan sebagai alat pendukung proses belajar, bukan sebagai pengganti kemampuan berpikir, kreativitas, dan usaha siswa.
Dengan pemahaman yang baik, AI dapat memberikan manfaat besar bagi pembelajaran sekaligus membantu generasi muda lebih siap menghadapi perkembangan dunia digital.