Berita
Rahman Abdullah

Bukan Sekadar Romantis, “Cinta” Kini Jadi Strategi Ketahanan Keluarga Nasional

Bukan Sekadar Romantis, “Cinta” Kini Jadi Strategi Ketahanan Keluarga Nasional

08 Mei 2026 | 13:57

Keboncinta.com-- Kementerian Agama kembali menghadirkan inovasi baru dalam upaya memperkuat kualitas keluarga di Indonesia melalui konsep Ketahanan Keluarga Berbasis Cinta (KBC).

Program ini dirancang untuk membantu membangun keluarga yang harmonis, penuh kasih sayang, dan mampu menghadapi berbagai tantangan kehidupan modern.

Konsep tersebut diperkenalkan Direktur Bina KUA dan Keluarga Sakinah, Ahmad Zayadi, dalam kegiatan Bimbingan Remaja Usia Sekolah (BRUS) di Surabaya.

Menurutnya, ketahanan keluarga tidak cukup hanya dibangun dari aspek sosial atau ekonomi semata, tetapi juga membutuhkan fondasi nilai yang kuat. Dalam hal ini, cinta diposisikan sebagai elemen utama yang mampu mempererat hubungan dan membentuk karakter keluarga.

Baca Juga: Jemaah Haji Diminta Waspada! Foto Kartu Nusuk di Medsos Bisa Berisiko, Ini Penjelasan PPIH

Konsep Cinta Jadi Pondasi Ketahanan Keluarga

KBC merupakan pengembangan dari Kurikulum Cinta yang sebelumnya diinisiasi Menteri Agama, Nasaruddin Umar. Dalam konsep ini, cinta tidak dipahami hanya sebagai perasaan, tetapi juga sebagai prinsip hidup yang membentuk pola hubungan dalam keluarga.

Penerapannya diwujudkan melalui konsep Panca Cinta yang mencakup lima nilai utama, yaitu:

  • Cinta kepada Allah dan Rasul
  • Cinta terhadap ilmu pengetahuan
  • Cinta tanah air
  • Cinta sesama manusia
  • Cinta lingkungan

Kelima nilai tersebut diharapkan menjadi dasar pembentukan keluarga yang tidak hanya kuat secara spiritual, tetapi juga peduli terhadap masyarakat dan lingkungan sekitar.

Baca Juga: Arab Saudi Siapkan Layanan Humanis untuk Jemaah Haji 2026, Petugas Diberi Pelatihan Khusus

Utamakan Adab Sebelum Ilmu

Dalam implementasinya, konsep KBC juga menekankan pentingnya prinsip adab sebelum ilmu atau adab qabla al-ilmi. Pendekatan ini menempatkan pembentukan moral dan karakter sebagai prioritas utama sebelum penguasaan ilmu pengetahuan.

Melalui pola tersebut, keluarga diharapkan mampu melahirkan generasi yang humanis, toleran, nasionalis, dan memiliki kepedulian sosial yang tinggi.

Jika nilai-nilai itu tumbuh secara konsisten dalam lingkungan keluarga, budaya positif diyakini akan terus diwariskan dari satu generasi ke generasi berikutnya.

Ciptakan Rumah yang Aman dan Penuh Kasih

Keluarga yang menerapkan konsep KBC diharapkan mampu menghadirkan lingkungan rumah yang nyaman, aman, dan dipenuhi kasih sayang. Kondisi ini dinilai penting untuk mendukung tumbuh kembang anak sekaligus menjadi benteng dari berbagai persoalan sosial.

Baca Juga: Pejuang ASN Wajib Siap! CPNS 2026 Diprediksi Buka Formasi Besar karena Gelombang Pensiun PNS

Menurut Ahmad Zayadi, keluarga yang memiliki fondasi nilai kuat akan lebih siap menghadapi konflik serta mampu menjaga komunikasi dan hubungan emosional antaranggota keluarga dengan lebih baik.

Kementerian Agama menegaskan bahwa penguatan keluarga menjadi bagian penting dalam pembangunan nasional. Karena itu, berbagai program terus dikembangkan, mulai dari bimbingan perkawinan, pendampingan pascanikah, hingga penyediaan mediator keluarga profesional.

Melalui pendekatan berbasis cinta ini, pemerintah berharap keluarga Indonesia tidak hanya mampu bertahan menghadapi tantangan zaman, tetapi juga berkembang menjadi lingkungan yang sehat, harmonis, dan memiliki daya tahan kuat di masa depan.***

Tags:
berita nasional kemenag Keluarga Sakinah Cinta

Komentar Pengguna