Pendidikan
Hilmi An Naufal

Ban Mobil Masih Aman atau Harus Diganti? Kenali 7 Tanda dan Cara Mengeceknya

Ban Mobil Masih Aman atau Harus Diganti? Kenali 7 Tanda dan Cara Mengeceknya

07 Agustus 2026 | 07:49

Ban menjadi satu-satunya bagian mobil yang bersentuhan langsung dengan permukaan jalan. Kondisinya memengaruhi kemampuan kendaraan berakselerasi, berbelok, menjaga kestabilan, dan berhenti dengan aman.

Sayangnya, pemeriksaan ban sering hanya dilakukan ketika telapak terlihat sangat tipis atau ban sudah mengalami kebocoran. Padahal, ban bisa tidak layak digunakan meskipun alurnya masih tampak cukup tebal.

Kerusakan pada dinding ban, keausan tidak merata, usia yang terlalu tua, tekanan udara tidak stabil, dan getaran saat berkendara juga perlu diperhatikan.

Pemilik kendaraan dapat melakukan pemeriksaan sederhana secara mandiri. Namun, ban yang menunjukkan kerusakan struktural tetap harus diperiksa oleh teknisi profesional.

1. Periksa indikator TWI pada telapak ban

Cara termudah mengetahui tingkat keausan adalah melihat Tread Wear Indicator atau TWI.

TWI berbentuk tonjolan kecil yang berada di dasar alur utama telapak ban. Pada bagian dinding ban biasanya terdapat tanda segitiga, tulisan TWI, atau simbol tertentu yang menunjukkan posisi indikator tersebut.

Jika permukaan telapak sudah sejajar dengan tonjolan TWI, ban telah mencapai batas keausannya dan sebaiknya diganti. NHTSA dan Michelin sama-sama menjelaskan bahwa ban perlu diganti ketika permukaannya telah sejajar dengan indikator keausan bawaan.

Jangan menunggu sampai alurnya benar-benar hilang. Ban yang gundul semakin sulit membuang air ketika melewati jalan basah sehingga kemampuan mencengkeram permukaan jalan berkurang.

2. Ukur kedalaman alur ban

Pemeriksaan yang lebih akurat dapat dilakukan menggunakan alat pengukur kedalaman telapak atau tread depth gauge.

Peraturan Pemerintah Nomor 55 Tahun 2012 menyebut kedalaman alur ban kendaraan bermotor tidak boleh kurang dari 1 milimeter. Angka tersebut merupakan batas persyaratan teknis di Indonesia, bukan target pemakaian yang harus ditunggu sampai tercapai.

Sebagai perbandingan, panduan keselamatan NHTSA serta indikator yang digunakan banyak ban penumpang menetapkan titik penggantian pada sekitar 2/32 inci atau 1,6 milimeter. Michelin juga menyatakan ban perlu diganti saat mencapai indikator tersebut.

Untuk pemakaian harian di wilayah dengan curah hujan tinggi, mengganti ban ketika TWI sudah sejajar lebih aman daripada menunggu alurnya mendekati 1 milimeter.

Pengukuran harus dilakukan di beberapa titik, yaitu bagian dalam, tengah, dan luar telapak. Ban bisa terlihat tebal pada satu sisi tetapi sudah tipis pada sisi lainnya.

3. Perhatikan retakan, sayatan, dan benjolan

Telapak yang masih tebal tidak menjamin ban aman apabila dinding sampingnya mengalami kerusakan.

Segera hentikan penggunaan dan lakukan pemeriksaan profesional apabila ditemukan:

  • Benjolan atau gelembung pada dinding ban.
  • Retakan yang terbuka ketika karet ditekan.
  • Sayatan dalam hingga memperlihatkan serat atau kawat.
  • Bagian telapak yang terkelupas.
  • Kerusakan setelah ban digunakan dalam kondisi kempis.
  • Tusukan atau sobekan pada dinding samping.

Benjolan dapat menunjukkan kerusakan pada lapisan atau serat internal ban. Michelin menjelaskan kerusakan dinding seperti benjolan, sayatan, retakan, dan tusukan samping tidak boleh diabaikan karena dapat meningkatkan risiko kegagalan ban.

Menambal bagian telapak yang terkena paku masih mungkin dilakukan dalam kondisi tertentu. Namun, kerusakan pada dinding samping umumnya tidak dapat diperlakukan seperti lubang kecil pada telapak.

4. Waspadai keausan yang tidak merata

Telapak ban seharusnya aus secara relatif merata. Perbedaan ketebalan yang besar dapat menunjukkan masalah lain pada kendaraan.

Keausan pada bagian tengah dapat berkaitan dengan tekanan udara terlalu tinggi. Keausan pada kedua bahu dapat muncul ketika tekanan terlalu rendah. Sementara keausan hanya pada satu sisi dapat mengarah pada masalah keselarasan roda.

Pola bergelombang atau terkikis pada titik tertentu juga perlu diperiksa karena dapat berhubungan dengan keseimbangan roda, komponen suspensi, atau ban yang tidak berputar secara stabil.

NHTSA menyarankan pemeriksaan wheel alignment dan keseimbangan roda untuk menjaga keselamatan serta memperpanjang umur ban. Rotasi juga dapat membantu mengurangi keausan tidak teratur apabila prosedur tersebut memang direkomendasikan produsen kendaraan.

Jangan hanya mengganti ban tanpa mencari penyebab keausannya.

Tags:
pendidikan

Komentar Pengguna