Lifestyle
Rahman Abdullah

Gaji Cepat Habis? Coba Metode High-5 Banking dengan 5 Rekening

Gaji Cepat Habis? Coba Metode High-5 Banking dengan 5 Rekening

04 September 2026 | 17:28

Keboncinta.com-- Pernah mengalami kondisi ketika gaji baru saja masuk ke rekening, tetapi beberapa minggu kemudian uang sudah hampir habis tanpa mengetahui secara pasti ke mana pengeluaran tersebut mengalir?

Kondisi seperti ini bisa terjadi karena seluruh aktivitas keuangan dikelola melalui satu rekening. Ketika uang untuk membayar tagihan, memenuhi kebutuhan harian, bersenang-senang, dan menabung berada di tempat yang sama, batas antara kebutuhan dan keinginan menjadi lebih sulit dikontrol.

Salah satu cara yang dapat dicoba untuk membuat pengelolaan keuangan lebih terarah adalah metode High-5 Banking. Strategi ini membagi pemasukan ke dalam lima rekening dengan fungsi yang berbeda.

Metode tersebut diperkenalkan oleh pakar keuangan Sahirenys Pierce. Konsepnya dibuat agar seseorang lebih mudah mengatur uang berdasarkan tujuan penggunaannya.

Baca Juga: Jangan Biarkan Anak Tidur Larut, Ini Dampaknya bagi Tumbuh Kembang, Yuk Disimak

Apa Itu High-5 Banking?

High-5 Banking merupakan metode pengelolaan keuangan dengan membagi uang ke dalam lima rekening. Setiap rekening memiliki peran tertentu sehingga dana untuk kebutuhan yang berbeda tidak tercampur.

Dalam konsep ini, dua rekening digunakan untuk kebutuhan rutin dan pengeluaran sehari-hari. Sementara tiga rekening lainnya diarahkan untuk membangun keamanan finansial serta mencapai target keuangan tertentu.

Dengan pembagian tersebut, pemilik uang dapat lebih mudah melihat dana yang tersedia untuk setiap kebutuhan tanpa harus terus memeriksa seluruh transaksi dalam satu rekening.

Praktiknya dapat dimulai setiap kali gaji diterima. Penghasilan kemudian dibagi dan ditransfer ke rekening sesuai dengan tujuan masing-masing.

Rekening 1: Membayar Kewajiban Bulanan

Rekening pertama difungsikan sebagai tempat menyimpan dana untuk berbagai kewajiban yang harus dibayar setiap bulan.

Penggunaannya dapat mencakup cicilan rumah, biaya sewa, tagihan kartu kredit, pinjaman, listrik, internet, serta kebutuhan pokok tertentu.

Dana yang sudah dialokasikan untuk kebutuhan wajib sebaiknya tidak digunakan untuk pengeluaran lain. Dengan demikian, ketika pengeluaran untuk hiburan atau kebutuhan pribadi meningkat, uang untuk membayar tagihan tetap aman.

Cara ini juga membuat seseorang lebih mudah mengetahui bahwa kewajiban bulanannya sudah memiliki dana yang disiapkan sejak awal.

Baca Juga: 6.600 Guru PAI Akan Ikuti Pelatihan Tartil Al-Qur’an Kemenag, Dimulai September 2026

Rekening 2: Mengatur Pengeluaran Gaya Hidup

Rekening kedua diperuntukkan bagi kebutuhan yang sifatnya lebih fleksibel atau berkaitan dengan gaya hidup.

Dana ini dapat digunakan untuk makan di luar, hiburan, perawatan diri, belanja pribadi, maupun aktivitas lain yang masuk kategori keinginan.

Aturan sederhananya adalah menggunakan uang yang tersedia di rekening tersebut sesuai batas yang telah ditentukan. Jika saldonya sudah habis sebelum periode gaji berikutnya, pengeluaran untuk kategori tersebut perlu dihentikan sementara.

Dengan begitu, seseorang tetap dapat menikmati hiburan dan kebutuhan pribadi tanpa membiarkannya mengganggu anggaran untuk kebutuhan yang lebih penting.

Rekening 3: Membangun Dana Darurat

Rekening ketiga memiliki fungsi yang berbeda karena ditujukan khusus untuk dana darurat.

Dana tersebut dapat digunakan ketika menghadapi kondisi yang tidak direncanakan, seperti kehilangan pekerjaan, kebutuhan medis, kendaraan yang harus diperbaiki, atau kerusakan rumah.

Sebagai gambaran umum, dana darurat dapat ditargetkan sekitar tiga hingga enam kali biaya hidup bulanan. Namun, jumlah idealnya tetap perlu disesuaikan dengan kondisi pekerjaan, tanggungan, dan kemampuan finansial masing-masing.

Karena sifatnya untuk keadaan darurat, dana ini sebaiknya tidak diambil hanya karena uang pada rekening gaya hidup sudah habis.

Baca Juga: Guru Bersiap, PPG Daljab 2026 Segera Digelar dengan Dukungan Anggaran Tambahan

Rekening 4: Menyiapkan Target Jangka Panjang

Rekening keempat digunakan untuk mengumpulkan uang berdasarkan tujuan finansial jangka panjang.

Targetnya dapat berupa uang muka rumah, pembelian kendaraan, biaya pernikahan, liburan dalam jumlah besar, maupun kebutuhan keluarga yang diperkirakan muncul pada masa mendatang.

Memisahkan dana berdasarkan tujuan membuat proses menabung menjadi lebih terarah. Uang yang terkumpul tidak sekadar berada di rekening tanpa tujuan yang jelas.

Rekening 5: Menabung untuk Kebutuhan Jangka Pendek

Sementara itu, rekening kelima dapat digunakan untuk target keuangan yang jangka waktunya lebih pendek.

Contohnya antara lain menyiapkan dana untuk membeli gawai baru, menghadiri konser, membeli hadiah, atau memenuhi pengeluaran tahunan tertentu.

Pembagian antara target jangka panjang dan jangka pendek membantu seseorang mengetahui alasan di balik setiap uang yang disisihkan.

Dengan demikian, menabung tidak lagi terasa seperti sekadar mengurangi uang yang bisa dibelanjakan, tetapi menjadi langkah untuk mencapai tujuan yang sudah ditentukan.

Baca Juga: Guru Bersiap, PPG Daljab 2026 Segera Digelar dengan Dukungan Anggaran Tambahan

Belum Mampu Membuka Lima Rekening? Tidak Masalah

Menerapkan High-5 Banking tidak berarti seseorang harus langsung memiliki lima rekening sejak awal.

Bagi yang baru belajar mengatur keuangan, metode ini dapat diterapkan secara bertahap. Tiga rekening utama sudah cukup untuk memulai, yakni rekening untuk membayar tagihan, rekening kebutuhan gaya hidup, dan rekening dana darurat.

Setelah kondisi keuangan semakin stabil, dua rekening tambahan dapat dibuat untuk menampung tabungan dengan target jangka pendek dan jangka panjang.

Yang terpenting bukan jumlah rekening yang dimiliki, melainkan adanya pemisahan fungsi uang dan kedisiplinan dalam mengikuti anggaran yang telah dibuat.

Dengan sistem tersebut, setiap kali gaji masuk, uang dapat langsung diarahkan sesuai kebutuhan. Cara ini dapat membantu mengurangi risiko uang habis tanpa perencanaan sekaligus membuat tujuan finansial lebih mudah dipantau.***

Tags:
Mengelola Keuangan Tips Keuangan

Komentar Pengguna