Keboncinta.com-- Pelaksanaan Tes Kemampuan Akademik (TKA) 2026 semakin mendekati jadwal yang telah ditentukan. Namun, hingga awal September 2026, masih banyak satuan pendidikan jenjang SMA dan sederajat yang belum menyelesaikan proses pendaftaran.
Kondisi tersebut menjadi perhatian Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen). Sekolah yang belum mendaftarkan satuan pendidikannya diminta segera menyelesaikan tahapan administrasi karena batas waktu pendaftaran terus berjalan.
Berdasarkan data per 1 September 2026, tingkat partisipasi satuan pendidikan jenjang SMA yang telah melakukan pendaftaran TKA baru mencapai sekitar 43,9 persen. Dengan demikian, masih banyak sekolah yang harus segera memastikan status pendaftaran sebelum tenggat waktu.
Batas akhir pendaftaran TKA 2026 ditetapkan pada 27 September 2026. Sekolah tidak hanya perlu memastikan proses pendaftaran selesai, tetapi juga harus memeriksa data peserta didik dan memastikan berbagai kebutuhan administrasi telah terpenuhi.
Baca Juga: Cek Besaran TPG Agustus 2026, Guru PNS dan PPPK Bisa Terima Satu Kali Gaji Pokok
Direktur SMA Kemendikdasmen, Yuli Haryanto, menyampaikan bahwa jumlah SMA di Indonesia mencapai sekitar 14.925 satuan pendidikan. Dari jumlah tersebut, baru sekitar 6.000 sekolah yang telah menyelesaikan pendaftaran TKA 2026.
Data tersebut menunjukkan masih terdapat sebagian besar sekolah yang belum menyelesaikan proses pendaftaran. Karena itu, sekolah diharapkan tidak menunggu sampai mendekati hari terakhir untuk melakukan registrasi.
Menunda proses pendaftaran dapat membuat sekolah memiliki waktu yang lebih terbatas ketika menemukan persoalan administrasi atau ketidaksesuaian data. Padahal, sejumlah tahapan perlu dipastikan sejak awal agar pelaksanaan TKA berjalan lancar.
Pendaftaran lebih awal memberikan kesempatan kepada sekolah untuk mengecek kembali validitas data peserta didik, memastikan kesiapan sarana dan prasarana, serta menyesuaikan pelaksanaan TKA dengan agenda Asesmen Nasional (AN).
Baca Juga: Tak Perlu Takut Sendirian, Ini Manfaat Solo Date untuk Kemandirian dan Kepercayaan Diri
Selain persoalan pendaftaran, hasil pelaksanaan TKA tahun sebelumnya juga menjadi perhatian dalam upaya meningkatkan kualitas pembelajaran.
Kemendikdasmen menggunakan hasil TKA 2025 sebagai salah satu bahan evaluasi untuk melihat capaian akademik peserta didik sekaligus memperkuat proses pembelajaran di sekolah.
Pada pelaksanaan sebelumnya, rata-rata nilai siswa SMA tercatat sebesar 57,47 untuk Bahasa Indonesia. Sementara itu, rata-rata nilai Matematika berada di angka 37,34 dan Bahasa Inggris sebesar 26,87.
Capaian tersebut menunjukkan masih adanya tantangan, terutama dalam penguasaan Matematika dan Bahasa Inggris. Kondisi ini menjadi dorongan bagi sekolah untuk melakukan penguatan pembelajaran secara lebih terarah.
Baca Juga: Cara Membagi Gaji dengan 5 Rekening agar Tagihan, Tabungan, dan Gaya Hidup Terkontrol
Persiapan menghadapi TKA sebaiknya tidak hanya dilakukan melalui latihan soal secara berulang atau drilling. Sekolah perlu memastikan peserta didik memahami konsep dasar yang menjadi fondasi dalam menyelesaikan berbagai bentuk persoalan.
Kemampuan penalaran, literasi, numerasi, serta rasa percaya diri siswa juga perlu mendapatkan perhatian. Dengan pendekatan tersebut, siswa diharapkan tidak sekadar menghafal pola soal, tetapi mampu memahami persoalan dan menentukan strategi penyelesaian yang tepat.
Penguatan konsep dan kemampuan berpikir menjadi semakin penting karena TKA tidak hanya berkaitan dengan kemampuan mengingat materi, tetapi juga mengukur kemampuan akademik peserta didik.
Dengan batas akhir pendaftaran pada 27 September 2026, satuan pendidikan jenjang SMA dan sederajat yang belum menyelesaikan proses registrasi perlu segera mengambil langkah.
Sekolah dapat memastikan status pendaftaran, melakukan pemeriksaan data siswa, serta menyiapkan kebutuhan administrasi dan sarana pendukung sejak dini.
Baca Juga: 5 Manfaat Tidur Siang yang Baik untuk Tubuh, dari Konsentrasi hingga Mengurangi Stres
Semakin cepat proses tersebut diselesaikan, semakin banyak waktu yang tersedia bagi sekolah untuk mengantisipasi apabila terdapat kendala sebelum pelaksanaan TKA 2026.
Karena itu, sekolah sebaiknya tidak menunggu hingga mendekati tenggat waktu. Pendaftaran lebih awal dapat membantu memastikan seluruh tahapan berjalan lebih tertib sekaligus memberikan ruang bagi sekolah untuk mempersiapkan peserta didik menghadapi TKA secara optimal.***