Berita
Hilmi An Naufal

IFTK Ledalero Tunda Awal Perkuliahan Sepekan Usai Gempa Flores M7,7

IFTK Ledalero Tunda Awal Perkuliahan Sepekan Usai Gempa Flores M7,7

24 Agustus 2026 | 06:06

SIKKA, KEBONCINTA.COM — Institut Filsafat dan Teknologi Kreatif Ledalero menunda awal perkuliahan Semester Ganjil Tahun Akademik 2026/2027 selama satu pekan setelah gempa bermagnitudo 7,7 mengguncang wilayah Flores, Nusa Tenggara Timur.

Perkuliahan yang semula dijadwalkan dimulai pada Senin, 24 Agustus 2026, diundur menjadi Senin, 31 Agustus 2026. Perubahan tersebut berlaku bagi mahasiswa dan dosen di lingkungan IFTK Ledalero.

Keputusan disampaikan Rektorat IFTK Ledalero melalui Pengumuman Nomor 04/P/IFTK/L/2026 yang diterbitkan pada 22 Agustus 2026. Kampus menyatakan penundaan dilakukan setelah mempertimbangkan kondisi lingkungan, keamanan, dan kelayakan sarana-prasarana pendukung kegiatan akademik.

Pimpinan kampus sebelumnya telah melakukan evaluasi melalui Sidang Staf Pimpinan pada 18 Agustus 2026, tiga hari setelah gempa utama terjadi.

“Perubahan jadwal ini dilakukan sebagai bentuk perhatian dan tanggung jawab institusi terhadap keselamatan seluruh sivitas akademika,” demikian keterangan Rektorat IFTK Ledalero.

Tambahan waktu selama satu pekan akan digunakan kampus untuk memastikan lingkungan dan fasilitas pendidikan siap digunakan kembali. Namun, pengumuman tersebut tidak menjelaskan adanya kerusakan tertentu pada gedung IFTK Ledalero.

Karena itu, penundaan perkuliahan tidak dapat langsung diartikan bahwa bangunan kampus mengalami kerusakan berat. Keputusan tersebut lebih tepat dipahami sebagai langkah kehati-hatian sebelum aktivitas mahasiswa dan dosen kembali berlangsung secara penuh.

Gempa M7,7 terjadi di utara Flores

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika mencatat gempa utama terjadi pada Sabtu, 15 Agustus 2026, pukul 04.58 WIB atau 05.58 WITA. Hasil pemutakhiran menunjukkan gempa memiliki magnitudo 7,7 dengan kedalaman sekitar 15 kilometer.

Pusat gempa berada di laut, sekitar 30 kilometer arah timur laut Nagekeo, Nusa Tenggara Timur. Gempa dangkal tersebut dipicu oleh aktivitas tektonik pada zona Sesar Naik Flores atau Flores Back-Arc Thrust dengan mekanisme pergerakan naik.

BMKG sempat mengeluarkan peringatan dini tsunami untuk sejumlah wilayah. Peringatan tersebut kemudian diakhiri pada pukul 07.30 WIB setelah pemantauan tidak lagi mendeteksi kenaikan muka air laut yang signifikan dan membahayakan masyarakat.

Meski peringatan tsunami telah berakhir, rangkaian gempa susulan terus terjadi. Hingga 21 Agustus 2026 pukul 05.00 WIB, BMKG mencatat 4.256 gempa susulan.

Magnitudo gempa susulan terbesar mencapai 6,2, sedangkan yang terkecil tercatat 1,1. Sebanyak 31 gempa memiliki magnitudo lebih dari 5 dan 118 kejadian dilaporkan dirasakan masyarakat.

Tingginya aktivitas gempa susulan membuat pemeriksaan bangunan menjadi bagian penting sebelum fasilitas pendidikan digunakan kembali. Bangunan yang terlihat masih berdiri belum tentu langsung aman tanpa pemeriksaan terhadap struktur, instalasi listrik, plafon, dinding, dan jalur evakuasinya.

Keselamatan menjadi pertimbangan utama

Keputusan IFTK Ledalero menunda perkuliahan menunjukkan bahwa kelangsungan kegiatan akademik perlu ditempatkan setelah aspek keselamatan dipastikan. Kampus merupakan ruang dengan mobilitas tinggi dan dapat menampung banyak mahasiswa, dosen, serta tenaga kependidikan pada waktu bersamaan.

Selain kondisi ruang kuliah, kesiapan jalur evakuasi dan titik berkumpul juga perlu diperhatikan. Informasi mengenai tindakan yang harus dilakukan saat terjadi gempa susulan sebaiknya dapat dipahami seluruh warga kampus sebelum pembelajaran kembali berjalan normal.

Penundaan selama satu pekan juga memberikan kesempatan bagi mahasiswa yang terdampak gempa untuk menyesuaikan kondisi. Sebagian mahasiswa mungkin menghadapi kendala transportasi, tempat tinggal, kebutuhan keluarga, maupun kesiapan psikologis setelah mengalami guncangan kuat dan gempa susulan.

Meski demikian, pengumuman Rektorat belum memerinci apakah perubahan awal perkuliahan akan memengaruhi kalender akademik lainnya. Belum ada keterangan mengenai penyesuaian jumlah pertemuan, jadwal ujian, kegiatan praktikum, maupun aktivitas kemahasiswaan.

Mahasiswa dan dosen diminta mengikuti pemberitahuan melalui kanal resmi IFTK Ledalero. Informasi yang beredar di luar saluran kampus perlu dikonfirmasi terlebih dahulu agar tidak menimbulkan kebingungan mengenai jadwal perkuliahan.

Kampus perlu siap menghadapi gempa susulan

BMKG mengimbau masyarakat tetap tenang, tidak terpengaruh informasi yang tidak dapat dipertanggungjawabkan, serta menghindari bangunan yang mengalami retak atau kerusakan akibat gempa.

Imbauan tersebut juga relevan bagi pengelola sekolah dan perguruan tinggi di wilayah terdampak. Pemeriksaan fasilitas, pembatasan akses menuju area yang belum dinyatakan aman, dan penyampaian prosedur darurat dapat mengurangi risiko ketika kegiatan pendidikan kembali dimulai.

Keputusan IFTK Ledalero menunda awal kuliah sampai 31 Agustus 2026 merupakan langkah pencegahan di tengah tingginya aktivitas gempa susulan di Flores. Efektivitas langkah tersebut selanjutnya ditentukan oleh hasil pemeriksaan fasilitas serta kesiapan seluruh warga kampus menghadapi kemungkinan keadaan darurat.

Bagi mahasiswa dan dosen, tanggal terbaru yang perlu dijadikan acuan adalah Senin, 31 Agustus 2026. Perubahan berikutnya, apabila diperlukan, harus menunggu pengumuman resmi dari Rektorat IFTK Ledalero.

Tags:
Berita guru

Komentar Pengguna