Berita
Hilmi An Naufal

Jardine Foundation Luncurkan Beasiswa Penuh untuk 20 Mahasiswa S2-S3 UGM per Tahun, UKT dan Biaya Hidup Ditanggung

Jardine Foundation Luncurkan Beasiswa Penuh untuk 20 Mahasiswa S2-S3 UGM per Tahun, UKT dan Biaya Hidup Ditanggung

04 September 2026 | 22:10

KEBONCINTA.COM – Kesempatan memperoleh dukungan pendidikan pascasarjana di Universitas Gadjah Mada semakin luas setelah Jardine Foundation resmi meluncurkan skema beasiswa penuh untuk mahasiswa program Magister dan Doktor UGM.

Program baru tersebut menyediakan beasiswa bagi 20 mahasiswa pascasarjana setiap tahun.

Kuota dibagi menjadi 10 mahasiswa program Magister atau S2 dan 10 mahasiswa program Doktor atau S3.

Beasiswa tidak hanya menanggung Uang Kuliah Tunggal atau UKT.

Penerima juga mendapatkan bantuan biaya hidup selama masa studi, ditambah sejumlah dukungan akademik sesuai ketentuan program.

Peluncuran kerja sama dilakukan di Jakarta pada 31 Agustus 2026 dan menjadi perluasan hubungan antara Jardine Foundation dengan Universitas Gadjah Mada.

Informasi mengenai program kembali menjadi perhatian setelah ANTARA memberitakannya pada Jumat, 4 September 2026.

Program tersebut ditujukan kepada mahasiswa baru pascasarjana UGM yang mempunyai prestasi akademik, potensi kepemimpinan, keterlibatan dalam kegiatan masyarakat serta membutuhkan dukungan finansial untuk menyelesaikan pendidikan.

Berdasarkan pengumuman resmi Direktorat Kemahasiswaan UGM, beasiswa diperuntukkan bagi mahasiswa baru semester gasal tahun akademik 2026/2027 pada Program Magister dan Doktor.

Bagi penerima program Magister, dukungan diberikan maksimal selama empat semester.

Sementara mahasiswa program Doktor dapat memperoleh dukungan maksimal delapan semester.

Selain UKT dan biaya hidup atau stipend, program juga menyediakan bantuan untuk penelitian, buku, insentif publikasi serta dukungan lainnya sesuai ketentuan.

Komponen tersebut menjadi penting karena kebutuhan mahasiswa pascasarjana tidak hanya berkaitan dengan pembayaran kuliah.

Penelitian dapat membutuhkan biaya pengumpulan data, eksperimen, literatur maupun berbagai keperluan akademik lainnya.

Terutama bagi mahasiswa Doktor, penelitian menjadi salah satu bagian terbesar dalam proses pendidikan.

Dukungan finansial diharapkan memungkinkan mahasiswa lebih berkonsentrasi menyelesaikan studi.

Namun program menetapkan sejumlah persyaratan akademik yang cukup ketat.

Pendaftar harus merupakan Warga Negara Indonesia dan tidak sedang menerima beasiswa lain.

Calon penerima juga harus berada pada semester pertama Program Magister atau Doktor UGM periode gasal 2026/2027.

IPK pendidikan sebelumnya minimal 3,50 dalam skala 4,00.

Persyaratan tersebut tidak berhenti ketika peserta dinyatakan menerima beasiswa.

Penerima diwajibkan mempertahankan IPK sekurang-kurangnya 3,50 setiap semester.

Mahasiswa juga dituntut menyelesaikan pendidikan sesuai durasi maksimal yang telah ditetapkan program.

Untuk Magister, studi tidak boleh melebihi empat semester.

Sedangkan mahasiswa Doktor ditargetkan selesai maksimal delapan semester.

Penerima juga harus bersedia tidak mengambil cuti akademik selama memperoleh beasiswa.

Persyaratan lainnya berkaitan dengan rencana penelitian.

Program memberikan prioritas kepada mahasiswa yang mempunyai rancangan penelitian jelas dan berhubungan dengan Sustainable Development Goals atau SDGs.

Rencana penelitian juga diharapkan sejalan dengan agenda pembangunan nasional maupun kawasan ASEAN.

Calon penerima yang dibimbing dosen dengan project grant ikut mendapatkan perhatian dalam proses seleksi.

Kemampuan bahasa Inggris juga menjadi salah satu kriteria.

Peserta diminta melampirkan sertifikat seperti TOEFL, IELTS atau bentuk sertifikasi lain yang dianggap setara.

Kemampuan tersebut dibutuhkan karena pendidikan pascasarjana banyak melibatkan literatur, publikasi dan forum akademik internasional.

Namun prestasi akademik bukan satu-satunya pertimbangan.

Program Jardine–UGM juga mencari mahasiswa yang mempunyai potensi kepemimpinan.

Pengalaman organisasi, prestasi akademik maupun nonakademik serta keterlibatan di tengah masyarakat menjadi bagian yang dinilai.

Calon penerima harus menunjukkan komitmen nyata terhadap kegiatan kemasyarakatan.

Mereka juga diharapkan mempunyai keinginan berkontribusi terhadap pembangunan Indonesia setelah menyelesaikan pendidikan.

Persyaratan tersebut sejalan dengan tujuan Jardine Foundation yang ingin mendukung calon pemimpin masa depan.

Executive Chairman Jardine Matheson Ben Keswick mengatakan pihaknya ingin memberdayakan mahasiswa Indonesia melalui pendidikan tinggi agar dapat berkontribusi kepada masyarakat.

Rektor UGM Prof. Ova Emilia juga menyambut perluasan program tersebut.

Menurutnya, kerja sama dengan Jardine Foundation telah berjalan sejak 2014 dan menjadi salah satu bentuk kolaborasi untuk memperluas akses pendidikan tinggi.

Program pascasarjana tersebut melengkapi skema bantuan yang sebelumnya tersedia untuk mahasiswa Sarjana UGM.

Sejak 2022, Jardine Foundation telah memberikan dukungan beasiswa kepada 15 mahasiswa Sarjana UGM setiap tahun.

Kini cakupan kerja sama diperluas kepada jenjang pascasarjana.

Dalam peluncuran program, Jardine Foundation juga memperkenalkan mantan Menteri Luar Negeri RI periode 2014–2024 Retno Marsudi sebagai Senior Advisor.

Retno akan terlibat dalam penguatan kontribusi yayasan pada pengembangan pendidikan tinggi di Indonesia.

Kehadirannya juga mempunyai hubungan erat dengan UGM karena Retno merupakan alumnus universitas tersebut.

Jardine Foundation sendiri telah berdiri sejak 1982.

Yayasan tersebut mencatat telah menyalurkan lebih dari 60 juta dolar AS untuk mendukung pendidikan lebih dari 500 mahasiswa dari berbagai negara.

Sebagian penerima memperoleh dukungan pendidikan lokal.

Sebagian lainnya menjalani studi di University of Oxford dan University of Cambridge.

Di Indonesia, sekitar 100 mahasiswa disebut telah menerima beasiswa untuk pendidikan di Oxford dan Cambridge melalui berbagai skema Jardine.

Selain itu, 55 mahasiswa Indonesia telah memperoleh dukungan untuk menempuh pendidikan di UGM.

Dengan hadirnya skema baru pascasarjana, jumlah tersebut berpotensi terus bertambah.

Namun ada informasi penting yang perlu diperhatikan calon peserta untuk periode 2026.

Berdasarkan jadwal resmi Direktorat Kemahasiswaan UGM, pendaftaran Jardine–UGM Postgraduate Scholarship 2026 telah berlangsung pada 7 hingga 18 Agustus 2026.

Artinya, per 4 September masa pendaftaran untuk penerimaan tahun ini sudah ditutup.

Proses saat ini berada pada tahap seleksi administrasi yang berlangsung mulai 19 Agustus hingga 24 September 2026.

Pengumuman penerima dijadwalkan pada akhir September.

Informasi ini penting karena pemberitaan mengenai peluncuran program dapat membuat masyarakat mengira pendaftaran baru saja dibuka.

Peluncuran kerja sama memang dilakukan pada akhir Agustus, tetapi pendaftaran mahasiswa untuk periode 2026 telah berlangsung sebelumnya melalui SIMASTER UGM.

Karena program menyediakan 20 beasiswa setiap tahun, mahasiswa yang berminat untuk periode berikutnya dapat memantau pengumuman resmi UGM mengenai jadwal penerimaan selanjutnya.

Persyaratan dan jadwal pada tahun berikutnya juga dapat berubah sehingga calon peserta tetap harus menggunakan informasi resmi terbaru.

Bagi peserta yang sudah mendaftar tahun ini, perhatian kini tertuju pada proses seleksi administrasi hingga 24 September.

Penerima yang berhasil lolos akan mendapatkan dukungan yang cukup lengkap.

Selain UKT dan biaya hidup, bantuan penelitian dan pengembangan akademik dapat membantu mahasiswa menyelesaikan pendidikan dengan lebih fokus.

Namun tanggung jawab penerima juga besar.

Mahasiswa harus mempertahankan prestasi akademik, aktif mengikuti pembinaan dan menyelesaikan studi sesuai target.

Program ini menunjukkan bahwa beasiswa pascasarjana semakin diarahkan bukan hanya berdasarkan kebutuhan finansial.

Prestasi, kepemimpinan, penelitian serta kontribusi sosial menjadi bagian yang dinilai secara bersamaan.

Dengan skema 10 penerima Magister dan 10 penerima Doktor setiap tahun, Jardine Foundation dan UGM berharap dapat menghasilkan lebih banyak lulusan pascasarjana yang mempunyai kapasitas akademik kuat sekaligus memberikan dampak bagi masyarakat.

Tags:
pendidikan

Komentar Pengguna