Pendidikan
Hilmi An Naufal

TKA SMA 2026 Hadir dengan Aturan Baru, Peserta Diberi Waktu Lebih Luas

TKA SMA 2026 Hadir dengan Aturan Baru, Peserta Diberi Waktu Lebih Luas

01 Agustus 2026 | 06:21

JAKARTA — Pelaksanaan Tes Kemampuan Akademik atau TKA jenjang SMA, MA, SMK, dan sederajat pada 2026 mengalami sejumlah penyesuaian. Perubahan tersebut dilakukan setelah pemerintah mengevaluasi pelaksanaan TKA pada tahun sebelumnya.

Pemerintah berharap aturan baru ini dapat membuat pelaksanaan tes lebih tertib sekaligus memberikan kesempatan kepada peserta untuk mengerjakan soal dengan lebih fokus. TKA sendiri merupakan asesmen terstandar untuk mengukur capaian akademik individu siswa pada mata pelajaran tertentu.

Berikut enam penyesuaian penting yang perlu diketahui peserta TKA SMA dan sederajat pada 2026.

1. Pendaftaran dibuka lebih awal

Pendaftaran TKA 2026 awalnya direncanakan mulai 18 Agustus. Namun, Kemendikdasmen memajukan jadwal tersebut menjadi 27 Juli hingga 27 September 2026.

Perubahan itu memberikan waktu sekitar dua bulan kepada sekolah untuk mendata calon peserta, memperbarui informasi siswa, dan memastikan tidak ada peserta yang tertinggal akibat persoalan administrasi.

Waktu pendaftaran yang lebih panjang juga diharapkan membantu sekolah di daerah yang memiliki keterbatasan jaringan internet maupun jumlah operator.

2. Mata pelajaran wajib dikerjakan pada hari berbeda

Pelaksanaan TKA SMA 2026 tidak lagi menggabungkan seluruh mata pelajaran wajib dalam satu hari.

Peserta akan mengerjakan satu mata pelajaran wajib setiap harinya. Mata pelajaran tersebut terdiri atas Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris, dan Matematika.

Pemisahan jadwal dilakukan agar siswa dapat berkonsentrasi pada satu bidang pelajaran tanpa harus mengerjakan beberapa mata ujian sekaligus dalam waktu berdekatan. Kebijakan tersebut merupakan tindak lanjut dari masukan peserta pada pelaksanaan sebelumnya.

3. Waktu pengerjaan menjadi lebih longgar

Setiap mata pelajaran wajib memperoleh alokasi waktu sekitar 75 menit. Dengan pengaturan satu mata pelajaran per hari, peserta memiliki kesempatan lebih luas untuk membaca, memahami, dan menyelesaikan soal.

Pengaturan ini terutama penting untuk soal yang menguji kemampuan penalaran. Peserta tidak hanya diminta mengingat rumus atau materi, tetapi juga harus memahami informasi dan menerapkannya pada suatu permasalahan.

Meski waktunya lebih panjang, peserta tetap perlu berlatih mengatur waktu. Soal yang lebih mudah dapat diselesaikan terlebih dahulu sebelum mengerjakan pertanyaan yang membutuhkan analisis atau perhitungan panjang.

4. Jumlah soal Matematika dikurangi

Perubahan lainnya terdapat pada mata pelajaran Matematika. Pada pelaksanaan sebelumnya, peserta mengerjakan 30 soal dalam waktu 75 menit.

Pada TKA 2026, jumlah tersebut dikurangi menjadi 25 soal dengan durasi yang tetap, yaitu 75 menit. Artinya, peserta memperoleh waktu rata-rata sekitar tiga menit untuk menyelesaikan setiap soal Matematika.

Pengurangan jumlah soal bukan berarti siswa dapat mengabaikan persiapan. Soal Matematika TKA tetap mengukur pemahaman konsep, penerapan pengetahuan, penyelesaian masalah, dan kemampuan bernalar.

5. Pilihan mata pelajaran untuk siswa SMK diperluas

Siswa SMK memperoleh pilihan mata pelajaran yang lebih sesuai dengan program keahliannya.

Pada pelaksanaan sebelumnya, mata pelajaran yang tersedia bagi peserta SMK masih terbatas, salah satunya Projek atau Produk Kreatif dan Kewirausahaan. Tahun ini, pemerintah menyiapkan mata pelajaran berdasarkan sekitar 50 rumpun program keahlian vokasi.

Pemilihan mata pelajaran akan menyesuaikan bidang kompetensi yang dipelajari peserta selama berada di SMK. Kebijakan tersebut diharapkan membuat hasil TKA lebih relevan dengan keterampilan dan program keahlian masing-masing siswa.

Secara umum, peserta SMA, MA, Paket C, SMK, dan MAK mengerjakan tiga mata pelajaran wajib serta dua mata pelajaran pilihan. Bagi peserta yang akan mengikuti SNBP, pemilihan mata pelajaran perlu disesuaikan dengan program studi yang dituju.

6.

Tags:
pendidikan

Komentar Pengguna